29 June 2010

Putri Pelangi dan Mimpi

Langit masih tampak gelap, malam masih bercerita..
Rembulan tersenyum separuh hati mendengarkan sang malam..
Bintang kecil melesat cepat menembus kegelapan meninggalkan sang malam..
Putri Pelangi mulai terlelap menatap langit dan mencari sedikit ketenangan hingga mimpi itu datang..


Ia datang dengan senyuman menggoda, menawarkan segala bentuk keindahan di dunia..
Mencoba menarik perhatian dan mendekap sang putri dengan jaring-jaring tak tampak..
Putri Pelangi terbuai dengan alunan sang mimpi dan mendambakan warna-warni yang tak pernah dimiliki sang putri..
Kekuatan tujuh warna tak lagi cukup menampung bobot sang putri hingga pada akhirnya sang putri terjatuh dan terjaga..
Pertanyaan datang dari sang putri seiring dengan tetes air hujan..
Apakah ada mimpi yang tidak egois?
Apakah mungkin mimpi miliknya dapat membahagiakan jiwa lain?
Apakah setiap mimpi memiliki keajaiban untuk menjadikan yang tidak ada menjadi ada?
Apakah mimpi bukan sekedar mimpi jika sang pemimpi adalah jiwa yang lurus?
Apakah ada yang dinamakan mimpi?

25 June 2010

Putri Pelangi ~ Ratu Aurora



Putri Pelangi memimpikan Ratu Aurora ditengah malam saat angin dingin yang berasal dari kepakan sayap bidadari menyapa..

Setiap putri dilahirkan dengan keindahan raga dan kecantikan jiwa, dibesarkan dengan kebahagian harapan dan kekuatan mimpi, dipersiapkan dengan segala femininitas dan tanpa mengurangi beragam ekspresi, hingga pada akhirnya mengalami proses metamorfosis menjadi seorang Ratu.

Putri Pelangi memiliki segala bentuk persyaratan serupa dengan putri-putri lainnya, persyaratan yang tidak mudah untuk dipenuhi namun tidak sulit untuk dimengerti dan Putri Pelangi tetaplah seorang putri yang dunianya terbatas pada dinding-dinding tinggi istana selayaknya putri-putri pada umumnya.

Kebebasan sering terlintas dalam angan Putri Pelangi dan kehangatan atas perlindungan selalu menjadi obat penenang yang membuat pilihan tak pernah diambil dan keputusan tak pernah datang. Pada rasi bintang gemini tahun ini obat penenang tak cukup kuat untuk menentukan pilihan namun sangat kuat untuk mencegah keputusan datang. Putri Pelangi bermimpi...

Putri Pelangi menatap langit ditengah malam tanpa bintang dan rembulan lalu ia datang, menyapa dengan kelembutannya, bernyanyi dengan kebaikannya, dan menari dengan kesabarannya. Ratu Aurora, ratu yang tidak membutuhkan cahaya lain untuk bersinar di tengah kegelapan, itulah julukan para bidadari untuknya.

Kepakan sayap bidadari menimbulkan angin dingin yang menghempas sang putri sementara cahaya sang ratu semakin terang dan menari dengan lincah. Sang ratu tersenyum dengan hatinya dan menunjukkan pada sang putri arti sesungguhnya dari pilihan. Kebebasan bukanlah pilihan, Kehidupan itulah pilihan. 

Putri Pelangi tersenyum, terdiam dan menentukan langkah selanjutnya. Ratu Aurora, itulah masa depannya.

23 June 2010

Keajaiban Kata-kata

Keindahan kata-kata terdiri dari untaian harapan dan impian pembicaranya..
Kebijakan kata-kata terbentuk dari rajutan pengalaman dan motivasi saksi hidup penulisnya..
Kekuatan kata-kata tercipta dari pertalian antara pemikiran dan perasaan penciptanya..

Terlalu banyak kata-kata yang mempengaruhi kehidupan manusia. Selayaknya makhluk hidup kata-kata memiliki bermacam ekspresi. Kata-kata bernafas dengan intonasi dan pola pikir manusia, menjadi satu kesatuan dengan aliran darah ketika jaringan-jaringan kecil di sudut kepala manusia menghantarkannya ke permukaan gambar yang tak lagi abstrak.

Kata-kata telah banyak menarik perhatian, dari mulai kata-kata sederhana yang tak memiliki arti sampai dengan kata-kata bijak yang rumit untuk dimengerti. Beberapa kata-kata bahkan terkadang sangat mempengaruhi sudut pandang dan pola pikir kehidupan, walaupun tidak dalam waktu yang lama tetapi sudah dapat menembus dan membekas di dalam diri dan itu pasti.

21 June 2010

Komposisi Manusia

Manusia terbentuk dari hawa nafsu dan akal..mengingat tiap manusia diciptakan berbeda-beda bukan tidak mungkin jika kadar komposisi pembentukannya berbeda-beda pula..

Betapa mudahnya jika kadar komposisi pembentuk tersebut tertera pada masing-masing tubuh manusia selayaknya komposisi pada makanan/minuman di supermarket..

Namun sayang,dikarenakan fungsi dari komposisi bernama akal manusia diwajibkan untuk sedikit menebak..

Dan sangat disesalkan terkadang komposisi hawa nafsu dapat membuat kadar penilaian berbeda dengan yang sesungguhnya..

Untunglah selain komposisi pembentuk, manusia juga diciptakan dengan komposisi penunjang yang terkenal dengan hati nurani yang dapat mendominasi 80% dari total penilaian keseluruhan sehingga manusia tak akan pernah melupakan kadar komposisi pembentukannya sendiri sebelum menebak kadar komposisi pembentukan orang lain..

18 June 2010

18 Juni 2010

Terasa aneh saat suatu keadaan terjadi dalam urutan yang terbalik dan terjadi tanpa permulaan ataupun akhir..
Jika dalam suatu keadaan yang normal urutannya adalah:
Terpleset saat berjalan di mulut Gunung Berapi - Terkena Semburan Api Panas - Kesakitan - Pengobatan - Lalu mendapatkan satu pelajaran berharga untuk tidak pernah berjalan-jalan disekitar mulut Gunung Berapi
Dan bagaimana saat ternyata urutan itu terjadi terbalik? bukankah itu akan menambahkan kata baru yaitu "Bodoh" (Kurang Bodoh apa saat sudah tau akibat yang akan terjadi tetapi masih tetap melakukannya..)
Dan bagaimana saat keadaan itu terjadi dalam urutan normal namun tak memiliki permulaan? pastilah yang mengalaminya akan mendapat julukan "Sial" (Bukankah cukup Sial untuk menanggung akibat dari kesalahan yang tak pernah dilakukan..)
Dan akhirnya bagaimana saat keadan itu terjadi terbalik tapi tak memiliki akhir?

Itulah Gemini dan Gemini Itulah Aku


Terkadang sendiri itu menenangkan... hanya diam, duduk, tertidur, lalu menatap ke segala arah dan diam..
Membayangkan berbagai macam hal manis, indah dan lalu tertawa hingga menangis karena hal yang menyedihkan..
Sendiri memang baik dalam beberapa hal. Hanya ada aku dan angin juga waktu, lalu Ia datang..
Separuh jiwaku yang telah lama tertidur dan mendambakan makhluk sosial lainnya..

08 June 2010

Konsumen Kedewasaan

Tingkat Keinginan berbanding lurus dengan tingkatan umur...
Ingin lebih Kuat, untuk menjadi seseorang yang dapat diandalkan oleh orang lain karena itu lah arti hidup manusia.
Ingin lebih Adil, terhadap kehidupan dunia dan kehidupan setelah dunia yang abadi dan kekal.
Ingin lebih Bijak, agar dapat mengendalikan hati dan pikiran dari segala dan membiarkannya tetap jernih dan terbuka kepada segala bentuk benda asing.
Sementara tingkatan Umur jelas tidak berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan..
Ingin, Ingin dan Ingin lebih Dewasa, sebuah harapan kecil yang sangat sulit untuk diwujudkan dan terkadang tidak dapat diukur. Sebuah kata yang tampak tak bermakna tapi memiliki harga yang tinggi. Selayaknya benda dengan harga tinggi di pasar masyarakat saat ini dimana terdapat berbagai macam penawaran, potongan, dan cara pembayaran untuk memperolehnya, begitu pula dengan kedewasaan.
Penawaran ada untuk mereka yang berpotensi dan memiliki perbandingan serta penukar yang cukup dan stimpal. Sementara potongan ada untuk mereka yang berani mencoba untuk sesuatu yang baru atau justru berani mengambil resiko dengan kemungkinan kadaluarsa bahkan cacat.
Dan untuk cara pembayaran, apapun itu bisa dengan cara dicicil ataupun bayar tunai, tentunya dengan untung/rugi yang sama besarnya. Rasanya tidak perlu lagi untuk menguraikannya satu persatu, cukup dengan membayangkan sebuah contoh yang jauh lebih mudah untuk digambarkan pasti sudah dapat mengira-ngira mengapa kedewasaan bisa dapat diperoleh dengan cara dicicil dan tunai. 
Jika masih tidak mengerti maka cobalah dengan mensubstitusi kedewasaan tersebut dengan sebuah motor, atau mobil dari sisi konsumen yang memiliki cukup uang untuk membayar tunai. Motor keluaran terbaru dibeli dengan harga tunai akan memberikan ketenangan terbebas dari beban hutang namun akan menimbulkan suatu kekhawatiran karena berkurangnya tabungan jika suatu waktu timbul beban lain yang lebih tinggi harganya dari harga sebuah motor Bukan berarti membeli dengan cicilan lebih baik karena kita tak akan tahu apa yang terjadi besok, lusa apalagi beberapa tahun kedepan.
Syukurlah karena Allah SWT sang Pemilik segalanya bukanlah penjual yang mencari keuntungan, bahkan Allah SWT terkadang suka memberikan bonus lebih bagi mereka yang rela bersabar untuk mendapatkan sesuatu. Semakin tinggi harganya, semakin cepat pembayarannya, dengan cicilan yang semakin panjang maka akan diberikan lebih banyak bonus bahkan doorprize alias hadiah. Tidak seperti penjual yang justru semakin meningkatkan suku bunga. Allah SWT juga tidak pernah memandang sebelah mata untuk yang rela membayar tunai dengan pembayaran yang cepat, semakin cepat justru semakin baik mengingat umur manusia yang singkat, hanya saja tidak semua sanggup mengambil pembayaran tunai, hanya ia yang memiliki potensi dan modal yang bisa mengambilnya. 
Kesabaran bisa dikatakan uang muka/DP untuk memperoleh kedewasaan, semakin tinggi uang muka cicilan akan semakin kecil. Kesabaran juga bisa menjadi sebuah modal awal, tabungan bagi mereka yang memilih cara pembayaran tunai. Tidak seperti cara pembayaran yang di tawarkan para penjual dunia cara yang Allah SWT tawarkan tak pernah ada sisi yang merugikan untuk konsumennya dan yang lebih hebatnya lagi Modal dan Uang Muka itu bukannya berkurang atau bahkan habis melainkan seiring dengan pembayaran makan akan semakin bertambah hingga pada akhirnya mereka-mereka yang sanggup bertahan hingga akhir selain memperoleh kedewasaan juga akan memperoleh kesabaran yang berlipat-lipat. Maha suci Allah SWT dengan segala firmannya.
Pertanyaannya :
Sanggupkah aku bertahan, bertahan hingga akhir dengan cicilan yang paling ringan biayanya, cicilan yang Allah SWT paling tau seberapa besar aku sanggung menanggungnya?
Cukup kah waktu ku untuk membayar segala cicilan hingga lunas tepat pada waktunya, jika cicilan yang ku ambil bukan hanya cicilan sebuah kedewasaan?
Dan apakah aku masih mempunyai sedikit uang muka yang tersisa?

03 June 2010

Tokoh fiksi, mitos dan alam pikiran manusia

Catatan iseng disela-sela kegiatan membosankan yang mungkin sangat tidak berbobot ini ada karena ingatan kecil akan "Anak-anak fiksi" ku yang dua tahun ini menjadi bagian dari kehidupanku.

Terkadang tanpa sadar sebuah tokoh fiksi yang tercipta dari imajinasi dan kreativitas seorang manusia dapat menjadi sangat kuat untuk dianggap hanya sebuah fiksi. Kekuatannya diperoleh dari rasa percaya dan antusias serta daya khayal manusia-manusia yang menghidupkannya ke dunia. Pada akhirnya tokoh fiksi tak hanya menjadi sebuah tokoh yang di ciptakan manusia, ia mulai menguasai alam pikiran dan bawah sadar para manusia sehingga banyak diantara tokoh fiksi tersebut yang menjadi sebuah mitos dan dengan kata lain bukan lagi ciptaan manusia.

Setelah menjadi mitos jelas ia telah melupakan penciptanya yang asli, ia memberikan gambaran bahwa ia tercipta jauh sebelum sang penciptanya ada. Ia pintar dan kuat, mereka hanya membutuhkan satu manusia untuk menguasai seluruh dunia dan mereka tak berwujud. Ia mungkin pintar tetapi tanpa penciptanya mereka tetap akan hilang.

Dan manusia tetaplah manusia, makhluk paling sempurna yang tuhan pernah ciptakan namun hingga pada akhirnya mereka saling bekerja sama, saling memanfaatkan, sang tokoh membutuhkan sang penciptanya dan begitu pula sebaliknya. Sang pencipta mungkin bukan makhluk abadi tapi ia memiliki raga sementara tokoh fiksi, mereka memang mungkin tidak memiliki raga yang utuh tapi jika pencipta mereka ingin dan mencurahkan seluruh hidupnya tokoh fiksi itu bisa abadi. Abadi, kekal dan mereka akan terus berpindah-pindah dari wujud yang satu ke wujud yang lain.

Sebagai contoh, salah satu tokoh fiksi yang belakangan ini kembali hidup dan bukan hanya sekedar mitos melainkan sudah menjadi sebuah keyakinan pada abad tertentu ialah makhluk malam peminum darah manusia, Vampir. Makhluk malam yang abadi tak berjiwa dengan segala mitos tentang dirinya akan selalu menarik perhatian manusia yang tidak abadi. Selayaknya manusia, vampir juga telah banyak mengalami perubahan dan tentunya perubahan ke arah yang baik. Jika dibandingkan dengan vampir pada abad ke-18 yang terkenal dengan sebutan Dracula, vampir pada era sekarang jelas lebih menarik perhatian. Tak ada jubah, kastil, peti mati, badan busuk membiru dan 2 taring yang hampir terlihat sepanjang waktu. Vampir pada era sekarang jauh lebih casual dengan cara berpakaian yang up to date dan hampir seperti manusia. Beberapa vampir digambarkan tampak berkilauan dengan harum tubuh yang memikat. Bahkan hampir tak ada vampir yang terbakar ketika terkena cahaya matahari.

Sedikit demi sedikit mereka mulai menghapus mitos yang merugikan keberadaan mereka, mereka bukan lagi makhluk bertaring yang membusuk mereka telah menjadi bagian dari masyarakat. Beberapa manusia bahkan sudah tak lagi menganggap mereka setan, iblis atau monster mereka lebih seperti malaikat yang dibuang dari surga. Bagaimana tidak jika vampir pada era sekarang seperti yang digambarkan ibunda Stephanie Meyer. Twilight jelas telah menjadi sebuah fenomena tersendiri, bisa bayangkan jika vampir seperti Edward Cullen bukan hanya sekedar fiksi melainkan tokoh nyata? dan lagi-lagi bayangan itu telah memberikan mereka kekuatan. 

Tapi apa hanya itu, apa benar hanya manusia yang dapat memberikan kekuatan. Pada setiap tokoh fiksi tentunya terdapat sebuah cerita, kenangan dan nama. Sebuah nama yang memiliki sejarah kehidupan seseorang atau secuil kisah menarik yang ditemukan sang pencipta saat membuat tokoh fiksinya dan dari nama tersebut terajutlah jalinan jalinan cerita kehidupan tercampur kenangan yang memiliki arti bagi para manusia yang menghidupkannya ke dunia dan setiap manusia memiliki jalinan yang berbeda.

Sebuah akhir tak pernah menjadi sebuah akhir, setiap akhir sebuah cerita seperti benih yang tertanam di dasar pikiran dan akan terus tumbuh berakar melahirkan tokoh baru. Begitu kuat dan hebatnya berganti dari satu tokoh ke tokoh yang lain dan setiap tokoh melahirkan sebuah motivasi dalam diri manusia untuk mencipta lebih baik. Keinginan yang timbul memberikan kekuatan, keterikatan bahkan menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Candu, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Selalu ada dua sisi untuk sebuah cerita kehidupan. Seperti Matahari dan Bulan, Siang dan Malam, selalu ada yang berada di sisi terang bercahaya dan yang lain dikegelapan. Dua sisi yang memilki dua sudut pandang berbeda bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Sebuah akhir yang menjadi awal atau awal yang merupakan akhir dari cerita.

Dan inilah semuanya...inilah semua catatan iseng yang mengatas namakan manusia hanya untuk mencari pembenaran atas alam pikiran diri sendiri, atas perasaan yang timbul dari setiap tokoh fiksi yang pernah singgah dan yang masih bertahan di kehidupanku hingga saat ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...