29 July 2011

28 Juli 2011

Dengan mengendarai kesendirian dijalan bebas hambatan
Sepasang kaki terus berpijak hitam pekat dan membeku

Aku kembali mencari pembenaran
Pembenaran akan Keberadaan-Nya & Keberadaan-ku

Keberadaan-Nya yang megah & Keberadaan-ku yang kurang dari titik
Hingga terjatuh dalam hal-hal menakjubkan yang coba kusangkal namun nihil

Berpayung mentari dan tali asupan kehidupan ditengah hujan rintik
Pelangi masih tetap indah sempurna di dalam jiwa-ku  yang labil

20 July 2011

Dahaga Putri Pelangi

Terlukis dengan indah di langit
Menggunakan tinta cahaya pelangi yang tak dapat dihapus
Garis kehidupan, begitulah Putri Pelangi menyebutnya

Lebih dari sekedar kebetulan dan melampaui takdir
Sebuah kilatan cahaya telah lama ditetapkan untuknya
Cahaya yang mengalir hingga tiga babak kehidupan

Lalu ia datang seorang Ksatria dari Suku Mars
Menawarkan segala perhatian dan perlindungan
Meminta sebuah kepastian serta jawaban

Dan Putri Pelangi bukan hanya sekedar Venus
Tidak hanya didominasi oleh unsur Matahari yang kuat
Namun juga seluruh partikel terkecil dari pembentukan Makhluk

Dan Putri Pelangi hanyalah sekedar Putri Bumi
Jiwa yang lemah, labil dan tidak seimbang menjelang pelantikannya
Sehingga Cawan anggur Pangeran Bulan tampak begitu memabukan

Hanya ingin menikmati harumannya, tak bermaksud untuk mencicipi
Membangkitkan dahaga namun tak membuatnya kehausan
Kenikmatan sesaat bukan jawaban dari mimpi-mimpi indahnya

Hingga penantian kembali datang menjemput berbalut kesendirian
Pangeran belahan jiwa sudah separuh jalan garis kehidupannya
Dengan penuh kesabaran sang Putri menghirup kenikmatan Ambrosia

19 July 2011

BOSAN

Pengulangan...
Sampai kapan aku harus menjalani pengulangan yang membosankan bahkan untuk ukuran kehidupanku yang sudah membosankan. Hari demi hari dengan rutinitas yang hampir selalu sama sehingga membuat inti dari kehidupan hanya terbagi menjadi 3 yaitu bangun, aktivitas lalu tidur begitulah seterusnya, yang menjadikannya berbeda hanyalah pada pengelompokan tiap aktivitas.
5 tahun pertama aku bermain, selanjutnya 15 tahun kugunakan untuk 3D (Duduk, diam, dungu) karena terlalu banyak mempelajari hal-hal kurang berguna untuk kehidupan nyata, lalu entah selama berapa tahun sesudahnya kupakai bekerja hingga suatu saat akan kembali lagi ketahapan belajar dan bermain. Seperti sebuah lingkaran atau lebih tepatnya seperti makluk perekat yang tak henti-hentinya berputar di roda mainan kandangnya.

Ya...Membosankan...
Selayaknya kehidupan pembelajaranku di bangku sekolah hingga kuliah aku membutuhkan sebuah mahakarya, ledakan dan tugas akhir yang lebih hebat dari hanya sekedar bertumbuh, meminjam modal, menanam modal dan membayar modal agar kehidupan ku menjadi bermakna dan mendapatkan nilai baik pada akhirnya.
Ya...lebih dari sekedar BEP begitulah jika dihubungkan dengan mata kuliah dasar ilmu ekonomi.
Aku butuh keuntungan besar agar kurva hidup ku tak pernah menjadi lengkung parabola. Lalu teori apa yang harus aku aplikasikan kekehidupan ini dimana tidak pernah ada contoh soal ataupun latihan percobaan??

Teori...lagi-lagi teori... 
Sudah bosan dengan segala terjemahan, penjelasan panjang yang tidak jelas dan kurang penting, semua hanya afalan dimana ada sekarang lalu besok menguap bersama hembusan nafas.

Huuff...Ya...Seperti itulah kira-kira...

13 July 2011

6 Juli 2011

Mungkin aku hanya sedikit lelah
dan kini lelahku membawa hampa dan kesedihan
Hampa ku memberikan pemikiran dalam diam
dan kesedihan ku membawa kembali kenangan

Kenangan, seperti sebuah balon udara di angkasa
Saat cuaca cerah dan berangin ia akan tampak sangat indah melayang di awan
Namun saat badai datang ia akan terabaikan, tercabik bahkan terjatuh
Rapuhnya sebuah balon udara serapuh kenangan ku


Aku tak suka menjadi rapuh
Rapuh membuat emosi menjadi tak stabil
Ketidakstabilan hanya menjadikan segala sesuatu bergerak kearah yang salah
Meniadakan hal penting dan mementingkan hal yg tiada

Semua hal ini hanya membawaku kepada pertanyaan akhir yang sama
Apakah aku penting atau tiada?

10 July 2011

Sayap Mutiara

Mutiara putih yang ternodai lumpur dunia
Menitik pedih embun terasa panas
Tak berada pada tempatnya menjadi dingin membisu
Berharap menjadi bulan namun tertutup awan

Hitam pekat ternoda
Tak adakah yang dapat membersihkannya?

Jantung mutiara menerawang
Memanggil hujan menutupi kegelapan didada
Hancur berkeping-keping tanpa sadar
Mutiara yang tak berharga dipandang sebelah mata

Dinding kaca menghilang
Tumbuh sayap hitam pekat dan terbang
Kebebasan jiwa membawa kekotoran hati dan embun panas
Mencari cahaya mentari untuk mencucinya bersih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...