22 October 2011

Sebuah Buku "The Devil and Miss Prym"

Paulo Coelho atau biasa saya sebut Alberth Einstein masa kini adalah seorang sastrawan asal Brazil yang memiliki pandangan yang menarik dalam tiap penulisannya dan saya yakin semua itu terbentuk dari pengalaman hidupnya yang bisa dikatakan sangat menarik. Siapa yang tak mengenal "The Alchemist", buku ini selalu menduduki penjualan terbaik hampir di tiap negara yang menerbitkannya dan tiap bukunya hampir selalu menduduki buku terbaik dalam daftar buku bacaan saya
Belum pernah saya begitu ingin "berbagi" mengenai buku yang saya baca seperti saat membaca buku-bukunya, mungkin bisa dibilang resensi atau rekomendasi atau hanya sekedar curahan hati bagi sang pembaca, tapi saya ingin mengabadikan perasaan ini dalam sebuah tulisan. Dan sebuah buku "The Devil and Miss Prym" menjadi pilihan untuk memulai.


Judul : Iblis dan Miss Prym
No. ISBN : 9789792268348
Penulis : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :
"Seorang laki-laki asing tiba di Viscos. Ia menganggap desa terpencil yang nyaris hancur itu tempat yang sempurna untuk memukan jawaban yang dicari-carinya, yaitu apakah pada hakikatnya manusia baik atau jahat? Untuk membuktikan jawabannya, orang asing itu bertekad mengerahkan segenap kelihaiannya, namun ia membutuhkan seseorang untuk menolongnya. Maka ia memilih Chantal, gadis yatim-piatu miskin yang sangat ingin meninggalkan Viscos. Tawaran orang asing itu akan mengubah hidup Chantal selama-lamanya, namun sebagai gantinya, ia harus mengkhianati nilai-nilai yang diyakininya.

Chantal dilanda perang batin, dan sebagaimana yang terjadi dalam diri setiap manusia, iblis dan malaikat bertarung alot di dalam hatinya. Siapakah akhirnya yang akan memenangkan hati gadis itu? Malaikatkah, atau iblis? Sebab jika iblis menang, meskipun hanya di desa kecil yang nyaris terlupakan seperti Viscos, kemenangannya akan menyebar ke lembah, daerah, seluruh negeri, benua, tujuh samudra, dan akhirnya ke seluruh dunia."


Ringkasan:
Buku terakhir dari trilogi The "And on the seventh day" ini mengulas dengan cara yang ringan untuk hal yang cukup rumit hanya dalam waktu tujuh hari seperti dua buku yang sebelumnya "By the River Piedra I sat Down and Wept" & "Veronika Decides to Die". Tema yang diangkat kali ini adalah mengenai pencarian "Baik & Jahat" serta penjelmaan "Iblis & Malaikat" dalam diri tiap manusia. Kali ini cerita dipersempit pada sebuah desa bernama "Viscos" yang tenang dan percaya bahwa "Jahat" itu sudah lama pergi.

Chantal Prym satu-satunya warga yang dikatagorikan masih muda dan menganggap desa itu sebagai "Surga" sekaligus "Neraka" pribadinya hingga pilihan datang melalui sang Iblis dalam bentuk laki-laki asing yang memilih "Viscos" untuk misinya dengan alasan desa itu tidak berbeda jauh dengan desa-desa lainnya. Setiap desa memiliki legenda dan sejarah tersendiri begitu juga dengan "Viscos", ada masanya "Jahat" pernah menguasai desa itu hingga sang pemimpin bisa dikatakan "Bertaubat" dan membuat "Viscos" menjadi desa yang penuh kedamaian. Sementara Berta, warga "Viscos" yang berumur paling tua sudah mengetahui dan menunggu lama akan kedatangan sang Iblis, karena cepat atau lambat desa tersebut akan berakhir dan tetap saja Berta tua merasa takut.

Godaan, begitulah sebutannya untuk apa yang ditawarkan kepada Chantal. Hanya untuk memenuhi ambisinya akan pertanyaan atau lebih tepat disebut pernyataan bahwa "Baik itu tidak ada" laki-laki asing itu menawarkan Chantal emas batangan yang terkubur di hutan untuk sebuah pembuktian "Semua manusia itu pada dasarnya Jahat" dan memprovokasi gadis tersebut untuk menjadi juru bicaranya kepada warga desa agar melakukan pembunuhan dan sebagai imbalannya warga desa akan mendapatkan emas-emas batangan yang terkubur ditempat lain.

Selain memunculkan "Iblis" pada diri Chantal dan menimbulkan konflik dengan "Malaikat"-nya, laki-laki asing itu juga menunjukkan Chantal bahwa pilihan-pilihan yang diambilnya selama ini bukan karena ketidakmampuannya melainkan karena rasa takut yang membuatnya tidak pernah berani bertindak,"Iblis" yang satu membangunkan "Iblis" yang lain dan begitu juga sebaliknya "Malaikat" Chantal kembali memunculkan "Malaikat" laki-laki asing tersebut dengan menyatakan bahwa tindakannya itu hanya membuktikan bahwa sebenarnya ia masih percaya bawa "Baik" itu memang ada.

Hingga pada saatnya pernyataan Chantal hanya tinggal pernyataan kosong karena warga desa yang mendengar tawaran "Gila" itu memutuskan untuk memilih warga desa sebagai bentuk "Pengorbanan" satu orang untuk banyak orang dan Berta terpilih sebagai korbannya dengan alasan ia sudah sangat tua dan hidup sendiri, saat itulah Chantal dengan "Malaikat"-nya yang sempat mengalah kepada "Iblis", bicara kepada seluruh warga desa bahwa pembunuhan adalah perbuatan "Jahat" yang apapun alasannya akan ada ganjarannya. Tidak ada dasarnya manusia terlahir sebagai si "Baik" dan si "Jahat", semua itu adalah pilihan dan pengendalian diri.

Catatan : Banyak pembelajaran yang bisa diambil dari buku ini yang berhubungan dengan keberanian, keyakinan dan peringatan-peringatan berupa pengendalian diri dari bisikan dan godaan "Iblis". Kejadian yang menimpa "Viscos" bisa menimpa siapa saja di dunia ini. Dengan cara yang beragam "Iblis" sedang membuat pasukannya atau dalam sudut pandang saya mencari teman untuk bersamanya di "Neraka" kelak. Dan pada dasarnya saya percaya semua manusia terlahir "Baik" buktinya adalah pada pundak kiri dan kanan kita terdapat "Malaikat" bukan "Iblis & Malaikat" hanya saja memang kedua "Malaikat" itu memiliki tugas untuk mencatat hal "Baik & Jahat" selama kita hidup di dunia dan semua itu adalah pilihan dan pengendalian diri untuk tetap membuat pundak kanan kita lebih "Berbobot" dibanding pundak kiri. Jadi pilihan mana yang akan diambil?

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...