22 November 2011

Pantas-kah Surga Untuk Saya?

Bagi saya hidup bukan menyangkut suatu kondisi tawar menawar antara makhluk dengan Tuhannya, hidup lebih seperti sebuah perusahaan dengan pemimpin yang adil dan objektif dalam menilai karyawan-nya apakah ia berhak untuk mendapatkan kenaikan gaji dan bahkan naik jabatan karena prestasi yang telah diraihnya atau sebaliknya.

Pembicaraan dengan seorang teman kembali mengingatkan arti makhluk sekaligus hamba Allah SWT dari sudut pandang hati kecil saya. Diawali dari pengungkapan arti agama bagi dirinya dan berakhir dengan pertanyaan-pertanyaan mengapa banyak keanehan yang terjadi pada penegak agama hingga akhirnya ia sendiri mengungkapkan bahwa dalam sudut pandangnya sebuah ibadah itu sifatnya hanya sebatas percakapan dan pola pikir makhluk dengan Tuhannya sehingga tidak perlu ada tindakan atas nama ibadah itu sendiri.

Terus terang saya agak kaget mendengarnya dan tiba-tiba merasa tidak yakin lagi kalau selama ini kami memeluk agama yang sama karena menurutnya agama hanya sebuah wadah yang berbeda untuk sajian Tuhan yang sama. Jujur saya sempat ragu dan menjadi malu untuk menjawab karena ilmu saya akan agama Allah SWT mungkin masih berada pada tingkat sekolah dasar tapi sebagai makhluk beragama saya jadi merasa sedikit kesal.

18 November 2011

I'm a Big Big Girl



Emilia ~ "Big Big World"

I'm a big big girl 
In a big big world 
It's not a big big thing if you leave me 
But I do do feel that 
I do do will miss you much 
Miss you much... 

I can see the first leaf falling 
It's all yellow and nice 
It's so very cold outside 
Like the way I'm feeling inside 

I'm a big big girl 
In a big big world 
It's not a big big thing if you leave me 
But I do do feel that 
I do do will miss you much 
Miss you much... 

Outside it's now raining 
And tears are falling from my eyes 
Why did it have to happen 
Why did it all have to end 

I'm a big big girl 
In a big big world 
It's not a big big thing if you leave me 
But I do do feel that 
I do do will miss you much 
Miss you much... 

I have your arms around me ooooh like fire 
But when I open my eyes 
You're gone... 

15 November 2011

Berdamai Dengan Dunia

Saat pikiran tentangnya semakin sering singgah, seakan keberadaan jarak dan waktu menjadi kosong tak berarti dan rindu bisa datang kapan saja, aktivitas dan rutinitas hadir hanya untuk menguatkan keberadaannya.
Dan mengapa tidak langsung saja menyelam ke dasarnya?


Tak pernah terasa singkat dan tak pernah menjadi mudah bertahan dengan kadar air mata yang jauh dari kata stabil selama hampir dua tahun ini.
Dan sampai kapan harus memfokuskan ke-tidak-stabil-an hanya pada satu topik kesedihan?

Terkadang seperti tinta bocor, yang membuatnya berbeda arti dengan pemanfaatannya apakah dibiarkan mengalir menghancurkan seluruh karya sebelumnya atau terus menciptakan karya baru hingga tetes terakhir.
Dan bagaimana jika karya memerlukan sebuah pemikiran yang menimbulkan kebocoran lain?

Namun terkadang karya hanya butuh ketenangan dalam diam dan bebas tanpa beban tak perlu menjadikannya tersumbat di satu sisi hingga meluap pada sisi yang lain.
Dan siapakah yang dapat mencegahnya?

Terlalu sering menghadapi luapan pada waktu dan tempat yang salah pada rutinitas yang berkepanjangan hingga kembali tenggelam dan terapung di suatu ketidakpastian membentuk suatu perencanaan yang tercurah satu waktu.
Dan apakah salah untuk percaya kepada arus deras luapan yang terencana?

Saat menatap sisi balik dunia yang jauh dari kesempurnaan selalu membuat sisi mayoritas diri menciptakan ketenangan fana yang setelahnya menjadi syukur yang nyata, kembali menatap kerendahan tanpa harus menjadi tinggi dan mencicipi kepahitan tanpa harus merubah rasa hingga pada akhirnya terasa menyenangkan berdamai dengan dunia.

04 November 2011

Sebuah buku "The Host"

“You know you've read a good book when you turn the last page and feel a little as if you have lost a friend.” 

Seperti itulah rasanya saat membaca halaman terakhir dari buku-buku karangan Stephenie Meyer. Berawal dari "The Twilight Saga" yang membuat saya begitu dekat dengan Edward Cullen, mencintainya dengan seluruh hati saya dan mendeklarasikan diri menjadi Team Edward hingga menarik saya begitu jauh ke dalam sebuah karya ilmiah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan bahkan untuk sekedar membaca sampulnya namun berhasil membuat saya pada akhirnya menyerahkan seluruh jiwa saya kepada karakter bernama Ian O'Shea di dalamnya. "The Host", itulah judul dari buku yang saya maksud.
Judul : The Host (Sang Pengelana) 
Penulis : Stephenie Meyer 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis: 
Melanie Stryder menolak dilenyapkan.
Bumi dikuasai musuh tak kasatmata dan manusia dijadikan inang oleh para penguasa ini. Otak manusia diambil alih sementara tubuh mereka meneruskan kehidupannya yang lama, seolah-olah tak ada yang berubah.
Ketika Melanie tertangkap, tubuhnya diberikan kepada Wanderer, sang “jiwa” pengalana yang akan menjadi penguasa barunya. Wanderer telah diperingatkan mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapinya dengan hidup dalam inang manusia: luapan emosi, perasaan yang melimpah, dan ingatan yang teramat kental. Namun ada satu yang tak pernah dibayangkan Wanderer: penguasa lama tubuh ini – Melanie Stryder – menolak menyerahkan benaknya sepenuhnya.
Wanderer menyelidiki pikiran-pikiran Melanie, berharap mengetahui di mana keberadaan segelintir manusia yang masih bersembunyi. Namun tanpa disadarinya, Melanie malah memenuhi pikiran Wanderer dengan sosok Jared, laki-laki yang dicintainya dan masih hidup dalam persembunyian. Perlahan namun pasti, Wanderer mulai mendambakan dan menginginkan Jared, dan bersama Melanie, ia memutuskan untuk memulai perjalanan panjang mencari laki-laki yang sama-sama mereka cintai itu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...