30 April 2012

I Love Monday (Only for today)

Hari ini langit Jakarta dan sekitar tampak tidak bersahabat, hari pertama untuk kembali beraktivitas di minggu ini (baca : senin) digelayuti hawa lembab dan cuaca mendung yang semakin menyelimuti rasa malas. Seolah belum cukup menguji mental tak lama setelah saya menginjakkan kaki kedalam mobil (angkutan umum) hujan berupa butiran-butiran air yang halus (baca : gerimis) mulai turun, dan saya bukanlah seorang "Miss Rain".
Bagi saya hujan hanya indah saat saya memandangnya dari balik selimut di atas tempat tidur entah sambil tertidur atau-pun terduduk membaca. Hujan di pagi hari yang aktif selalu mengisi peringkat tiga besar dalam daftar "Unfavorite Things" dan saling berebut posisi dengan " I Never Like Monday" seperti itulah kira-kira. 
Namun, semua itu tidak berlaku di H-2 menjalang L'Arc en Ciel World Tour 2012 di Jakarta yang entah bagaimana caranya telah menghapus segala ke-negatif-an di hari ini, bahkan rasanya sulit untuk berhenti tersenyum. Suasana di kantor-pun tampak mendukung sehingga saya punya lebih banyak waktu menyusun hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk lusa nanti dan selayaknya strategi perang, saya dan pasukan telah mencari tahu kondisi lapangan dari layout yang diberikan pihak Promotor.

27 April 2012

Reality or Fantasy (CurCol Sang Putri)

Kurang dari seminggu (H-5 lebih tepatnya) L'Arc en Ciel akan menggemparkan Lapangan D Senayan dengan konser bertajuk World Tour 2012 dan rasa-rasanya waktu berjalan semakin lama
(just can't wait any longer).
Dan semakin mendekati hari H membuat saya semakin bersemangat untuk mencari informasi mengenai persiapan-persiapan yang perlu diketahui dan perlu dilakukan serta dibawa jika sewaktu-waktu diperlukan sebelum dan selama konser berlangsung
(Maklum, belum pernah nonton konser sebelumnya). 
Hingga pada akhirnya pencarian saya mulai membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, yaitu....
(Drum please....) 
"Laruku akan secara khusus membawakan lagu My Dear yang didedikasikan untuk saya seorang" 
(Eee'Aaaaa...#ditendang Cielers sekampung)
(Info yang tadi jelas HOAX saudara-saudara mohon jangan dipercaya)

Sebelum-nya di sini saya sempat menceritakan bagaimana telah mendapatkan tiket konser Laruku di Jakarta dan sebelum saya memberikan info-info seputar konser yang akan berlangsung nanti izinkan saya menceritakan kisah perjuangan saya untuk mendapatkan tiket konser Laruku di Singapore (negara tetangga yang punya patung Singa)
Cerita berawal dari sebuah mimpi dan sebuah kutipan populer "A journey of a thousand miles begins with a single step by Lao-tzu" easy isn't it? or in my case the quotes turn into ;
Single step to take a quiz, 
Single step to make a passport, 
Single step to find cheap flight, accommodation, bla bla bla, 
and many single step to do if I didn't win...

Dan pucuk dicinta si akang tiba, salah satu Channel TV favorit saya mengeluarkan quiz yang menawarkan hadiah "sambil menyelam minum air"  sebagai berikut 

23 April 2012

Kepingan Harta Karun Sebuah Ingatan

Babak baru sebuah pencarian dimulai, seperti mencari harta karun terpendam aku kembali mencari kepingan-kepingan masa lalu untuk melengkapi sebuah masa depan dari bermacam-macam ingatan semu. Sebuah kutukan yang bagi seseorang dapat menjadi sebuah karunia tersendiri semakin menghantui perjalanan-ku. Seperti Peta yang sebagian besar hampir termakan rayap begitulah aku menggambarkan kisah-kisah hidup ku 23 tahun kebelakang.
Awal terjadinya semudah menyingkirkan kapuk pada tumpukan bulu angsa, namun entah sejak kapan terdapat selaput yang membungkus ingatan hingga tak menyingkirkan hanya melindungi keduanya ditempat yang sama hingga tak bersisa.
Sebagai pemilik ingatan, samar-samar mereka meninggalkan petunjuk pada tiap kejadian dan menjadi kesenangan tersendiri saat menemukan kembali kepingan-kepingan di umur-ku yang ke-16 bersampul biru dengan sebuah puisi "There are mountains too beautiful too see".
Diawali beberapa buah kalimat pada halaman muka ;
"Dengan pena dan tinta kucurahkan apa yang ada di hati. Kata-kata tak beraturan yang melintas dengan cepatnya. Di kesendirian malam ku mulai terbang ditemani 1/2 gelas susu dan biskuit. Imajinasi-ku mulai mengalun, terkadang lambat, terkadang cepat. Tak akan pernah bisa aku mengontrol-nya dan malam menjadi saksi. Dimana pena biru bocor mulai menghiasi lembar-lembar kertas putih bergaris. Hingga saatnya tiba akan berhenti dengan sendirinya disertai kata penutup yang indah."

20 April 2012

Siapa Aku?

Sudah lama tulisan ini bermain sendiri dengan bebas di dalam memori tak terbatas ciptaan Allah SWT yang kumiliki tapi entah kenapa selalu berakhir dengan judul draf, sampai pada saat seorang sahabat bicara atasnya dan membuat draf kembali terusik barulah kini aku bisa kembali menemaninya bermain.  
Pertanyaan tak terputus tentang Aku yang sebelumnya pernah ku-ajukan menimbulkan banyak tanda seru setelahnya yang entah bagaimana disampaikan dengan baik oleh catatan dalam jejaring sosial miliknya, dan mengapa draf bisa menjadi begitu terusik adalah karena namaku menjadi salah satu label/tag di dalamnya.
Karena situs jejaring sosial ter-blokir di sini maka akan kutulis ulang inti dari catatan-nya sebagai pembuka.


Catatan diatas ditemukannya pada sebuah majalah (Cita Cinta edisi No. 05/XIII yang terbit tanggal 29 Februari 2012) dan dirasa begitu  menggoda-nya untuk menambahkan beberapa kalimat yang secara tidak langsung justru menantang-ku untuk menuliskan komentar atas diri sendiri. Lucu mengingat bagaimana aku berfikir untuk berkomentar setelahnya. Siapa Aku?

"Aku adalah jiwa pemimpi, Aku bercerita lewat tulisan dengan cara yang tidak biasa, Aku suka tertawa lepas dan lalu menangis dalam diam, Aku memiliki beragam ekspresi, Aku berbagi kisah dengan para sahabat pilihan, Aku putri manja yang kuat dan tabah, Aku percaya kebahagian surga setelah kesedihan dunia, Aku yakin karma dan hukum sebab-akibat ada, Aku ingin menghabiskan hari-hari tua-ku dengan Pangeran baik, Aku Putri Pelangi."

Secara singkat itulah Aku. Bukan karena sebagian Aku yang lain sudah tertulis pada catatan diatas dan tambahan milik diri sahabat-ku yang tergoda, tapi memang karena masih banyak yang belum ku-telaah mengenai siapa Aku? karena terkadang aku merasa menjadi yang kedua paling mengenal-nya (setelah Allah SWT) namun terkadang aku merasa terbelah menjadi dua makhluk yang tinggal di sudut X-Y dan tidak pernah bertemu apalagi saling kenal hanya saja paling tidak draf sudah berganti nama kini, selanjutnya kita hanya akan saling mengenal lebih baik karena ini semua baru awalnya...

18 April 2012

Pulang ke Langit Biru

Rasa haus akan informasi menimbulkan ketidakpuasan untuk konsumsi kebebasan yang tidak pernah memiliki cara untuk melampiaskan keinginannya dan terus terakumulasi.
Terlupakan tanpa sadar akan sayap di-punggung, terfokus pada jalan tak berujung yang mematikan fungsi saraf. Semakin rapuh dengan kadar sensitivitas tinggi, hanya menunggu akhir.
Jiwa yang semakin tidak sehat, obesitas, mengendap dalam dasar hingga lupa bagaimana cara untuk terbang dan semakin terbiasa dengan jalan setapak yang sempit.

"Tidak akan lari dikejar dan bisa hilang kapan saja" Suara itu memberi arti kini tidak cukup jika hanya menjadi diri sendiri, Transformasi dan kolaborasi yang menunjang dibutuhkan.
Selayaknya nafas yang tak mungkin terhenti selama kontrak hidup belum habis pada akhirnya langkah akan dipaksa bertahan tanpa jalan dan arah yang pasti.
Terabaikan bukan berarti menghilang selama langkah tak terhenti maka akan ada saatnya jalan setapak sempit itu terputus dan menghilang dari pandangan.

Kehilangan arah sudah bukan hal yang aneh rasanya ditengah rimba dan hutan abadi, pada saat seperti inilah naluri akan mengambil alih menampakkan sayap yang tersembunyi.
Jiwa bebas ini kembali menari dan mengulang kata mimpi dengan indahnya, daftarnya kembali menyapa lembut, tidak merengek manja hanya lebih dari sedikit memaksa.
Belajar kembali untuk terbang mencapai puncak pohon tua memunculkan ingatan-ingatan terpendam akan tujuan yang sebenarnya. Langit Biru adalah awal sekaligus akhir segalanya.

16 April 2012

1/2

Saat kembali ingin beristirahat dari segala bentuk keadaan (bukan berarti menyerah kalah) dan kembali memupuk ketenangan untuk menuai kesabaran, saya kembali diingatkan akan manusia serba setengah dengan usaha dan hasil yang sekedar-nya hingga tak pernah ada rasa puas maksimal atau luka jatuh terjungkal yang lalu menjadikan nekat hanya serangkaian huruf tabu abstrak sebagai santapan cepat saji karena tidak terbiasa dihidangkan susunan menu komplit setelahnya.
Apakah salah?

12 April 2012

Can't Take My Precious Things Away

Mariah Carey ~ Can't Take That Away

They can say anything they want to say
Try to bring me down
But I will not allow
Anyone to succeed
Hanging clouds over me
And they can try hard to make me feel
That I don't matter at all
But I refuse to fall
Doing what I believe
Or lose faith in my dreams

'Cause there's a light in me
That shines brightly
They can try
But they can't take that away from me
From me

Oh no, no ,no, no, no, no, no, no, no
They.......Oh
They, they can't do anything they want to you
Lf you let them in
But they won't ever win
If you cling to your pride
And just push them aside
See
I, i have learned there's an inner peace I own
Something in my soul
That they cannot possess
So I won't be afraid
And the darkness will fade

'Cause there there's a light in me
That shines brightly
They can try
But they can't take that away from me

No oh...
They can't take this
Precious love
I'll always have inside me
Certainly the Lord will guide me
Where I need to go

Oh....

They can't say anything they want to say
Try to bring me down
But I won't face the ground
I will rise steadily
Sailing out of their reach

Oh Lord
They do try hard to make me feel
That I don't matter at all
But I refuse to fall
Doing what I believe
Or lose faith in my dreams

'Cause there's a light in me that shines brightly
Hey... hey...
They can try
But they can't take that away from me

05 April 2012

05 April 2012

Si tanpa peran di tengah panggung sandiwara terjerumus semakin dalam hanya untuk menghilang karena menurut mereka nilai-nya nihil bagi dunia.

Terus menguatkan arti diri pada sesuatu yang tak pasti membuat ia berdiri pada sudut trapesium dan tidak pernah menjadi persegi atau-pun segitiga.

Tidak ada arti rumah pada kamus kehidupan atas nama-nya bahkan untuk yang semula dikira tempat berteduh dari kehampaan.

Hanya milik sendiri dan milik-MU, dan sekiranya sudah pantas untuk berada disisi-MU ia ingin kembali pulang dengan menyembut nama-Mu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...