21 June 2012

Dear Future

"Dear Past, thanks for all the lessons. Dear Future, I'm ready"
@Laughbook - Twitter

Sebaris kalimat yang menyambut saya pagi ini menimbulkan pertanyaan kepada masa lalu atas pelajaran yang sebagian besar terlupakan dan kepada masa depan yang berwarna.
Susah memang untuk mengacuhkan masa depan, berhenti meramalkan-nya bukan berarti membuat saya berhenti memikirkan-nya, kekuatan pikiran untuk menggambarkan sebuah masa depan yang berjarak sangat tipis dengan meramalkan membuatnya sulit untuk dibedakan.
Dan karena saya termasuk jenis orang yang percaya kepada kekuatan pikiran namun sulit untuk mengendalikannya tanpa campur tangan hati sehingga membuat kenyataan mendominasi segala sesuatunya, maka dari itu saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada masa depan.

Dear Future,

Please be nice...
Hanya harapan dengan sepasang sayap mimpi yang saya miliki. Se-rapuh bulu angsa yang ter-tiup angin terkadang ia jatuh ke tanah. Saat jatuh tak jarang saya menepis lalu menghapus serangkaian warna,
Please don't be angry...
Jangan menjadikan rasa sakit sementara untuk kesenangan selamanya. Biarlah itu menjadi kutukan tersendiri dalam bentuk sebuah "hadiah". Karena serangkaian masa depan yang saya genggam tergantung nasib pihak lain,
Please understand...
Jika hati mulai mengambil alih dan memancarkan warna yang jauh lebih terang. Jangan pernah menutup pintu kemungkinan yang ada, karena saya telah siap membuka paksa sebuah jendela. Oleh karena itu biar saya menanggung segala konsekuensi-nya tanpa perlu menerobos masuk.
Please be ready...
Karena saya datang dengan berbagai macam rencana.

Love,
~Me~

3 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...