15 October 2012

The Only Way I Get There Is One Step At a Time


JORDIN SPARKS - ONE STEP AT A TIME LYRICS 

Hurry up and wait so close but so far away
Everything that you've always dreamed of
Close enough for you to taste but you just can't touch

You wanna show the world but no one knows your name yet
Wonder when and where and how you're gonna make it
You know you can if you get the chance
In your face and the door keeps slamming

Now you're feeling more and more frustrated
And you're getting all kind of impatient, waiting
We live and we learn to take

One step at a time there's no need to rush
It's like learning to fly or falling in love
It's gonna happen and it's supposed to happen
That we find the reasons why, one step at a time

You believe and you doubt
You're confused and got it all figured out
Everything that you always wished for
Could be yours, should be yours, would be yours if they only knew

You wanna show the world but no one knows your name yet
Wonder when and where and how you're gonna make it
You know you can if you get the chance
In your face and the door keeps slamming

Now you're feeling more and more frustrated
And you're getting all kind of impatient, waiting
We live and we learn to take

One step at a time there's no need to rush
It's like learning to fly or falling in love
It's gonna happen and it's supposed to happen
That we find the reasons why, one step at a time

When you can't wait any longer
But there's no end in sight
It's the faith that makes you stronger
The only way we get there is one step at a time

Take one step at a time there's no need to rush
It's like learning to fly or falling in love
It's gonna happen and it's supposed to happen
That we find the reasons why, one step at a time

One step at a time there's no need to rush
It's like learning to fly or falling in love
It's gonna happen and it's supposed to happen
That we find the reasons why, one step at a time

12 October 2012

RANSEL / KOPER ?

Mengapa saya memilih judul ini untuk cerita perjalanan saya yang pertama, terus terang karena pertanyaan inilah yang pertama kali terlintas di benak saya. Seolah-olah memang hanya ada dua cara untuk bepergian, cara ransel yang semakin trend atau cara koper seperti yang sudah-sudah.
Entah bagaimana dengan orang lain, buat saya karena ada sesuatu seperti cara ransel-lah saya bisa merealisasikan perjalanan ini. Melalui kisah-kisah para backpacker diseluruh dunia yang tidak jarang diceritakan lewat gambar atau-pun tulisan telah cukup meyakinkan saya.
"Dibutuhkan keberanian untuk mengenal dunia bukan hanya sekedar materi."
Boleh dibilang keberanian saya serba tanggung karena menurut sebagian backpacker Singapore jelas kurang menantang (kecuali untuk berbelanja) dan mereka sendiri jarang menyebutkan tempat pertama yang mereka tuju setelah memutuskan melakukan sebuah perjalanan.
Perjalanan saya mungkin tidak menarik dan bukan sesuatu yang baru bagi beberapa orang, mungkin saya memang bukan backpacker hanya seseorang yang ingin belajar untuk menikmati perjalanan dengan kemudahan (dan kemurahan) oleh sebab itu saya menolak keras cara koper yang telah ditanamkan oleh keluarga (yang mana lebih mementingkan kenyamanan, keamanan dan kepuasan dengan harga yang selaras sejalan).
Dan melalui sedikit campur tangan ransel saya-pun telah di sulap berisi koper, saya juga tidak bisa menolak segala bentuk pertolongan dari tangan-tangan tak terlihat, sedikit merasa malu karena rasanya belum cukup mandiri dalam membuat keputusan sendiri hanya saja mengetahui saya bisa sampai disetiap tempat yang telah saya rencanakan dengan selamat dan sedikit tersesat tanpa bantuan tangan-tangan tersebut membuat saya yakin kalau saya bisa mengunjungi negara mana-pun yang saya inginkan jika saya berani mengambil resiko, kesempatan juga berani untuk menyisihkan sedikit penghasilan untuk itu.
Pada akhirnya saya tidak bisa menjawab cara apa yang saya tempuh selama perjalanan, namun saya berharap suatu saat saya bisa dan yakin dalam memilih salah satunya.

11 October 2012

RANSEL / KOPER ? (Part 4)

Hari ke-4 :
Tgl 28 September 2012 entah karena waktu tidur yang lebih lama ketimbang dua malam sebelumnya atau karena terlalu capek sehingga tidur jadi ke-lewat pulas pagi itu saya bangun dengan perasaan Fresh se-segar-segarnya. Dari pukul 07.00 kami sudah siap dan membahas rute perjalanan untuk hari itu, terus terang dalam itinerary saya sebelumnya area Bugis Street dan Chinatown terdapat di hari ke-2, sementara di hari ke-4 akan kami gunakan untuk menikmati pemandangan hijau taman dan perbukitan yang mana menurut Om Fuad hampir semua lahan hijau itu kini sudah berubah menjadi apartemen atau perumahan sehingga lebih baik kami mengunjungi tempat lain. Jadilah dalam waktu singkat kami memutuskan untuk melengkapi saja itinerary kami di hari ke-2 dan berlama-lama disetiap tempatnya selain itu kami juga bermaksud mengalokasikan biaya penginapan menjadi belanja oleh-oleh.
Peta MRT & LRT Singapore
Berhubung tugas guide lokal hampir selalu berada ditangan saya maka dari itu saya putuskan bahwa kami akan berhenti di City Hall MRT Station dengan tujuan Suntec City untuk menyaksikan air mancur terbesar di dunia "Fountain of Wealth" sekaligus sarapan di tempat bernama food republic sebelum mulai menghambur-hamburkan uang.
Saat mengamati peta MRT didalam buku sekilas saya berfikir, selama berada di Singapore kami telah melewati Gren Line, Purple Line, Bahkan Yellow Line, hanya Red Line yang belum pernah kami coba dan sebuah ide tiba-tiba saja terlintas di kepala saya saat kami telah melewati Chinese garden MRT Station, "Kenapa kita tidak coba saja, MRT kan tidak selalu dibawah tanah kecuali Purple Line jadi paling tidak ada beberapa yang bisa kita lihat di daerah perbukitan." dan saat saya selesai menyampaikan gagasan untuk pindah ke Red Line saat itu juga kami langsung bergerak ke pintu keluar tepat sebelum pintu menutup.
Spontanitas kami diawali dengan sangat baik, MRT yang kosong, pemandangan yang hijau dan juga perasaan yang bebas, namun lama-kelamaan MRT semakin penuh, pemandangan menjadi gelap saat memasuki terowongan, yang lebih buruk lagi perut terasa keroncongan karena lapar belum sarapan, sehingga membuat mood kami berubah drastis dan membuat perjalanan tampak tak kunjung usai, belum lagi perjalanan yang kami tempuh dari  City Hall MRT Station menuju Fountain of Wealth juga tidak lebih baik.
Ceritanya pasang muka BT
Untung-lah saya termasuk "Food Lover" sehingga mudah saja untuk memperbaiki mood selama ada makanan enak (yang murah) oleh karena itu sebelum kami beranjak ke tempat air mancur berada kami merasa lebih baik mengenyangkan perut terlebih dahulu.
Suasana di Food Republic
Sayangnya dari sekian banyak toko makanan hanya satu yang kami temukan bertuliskan halal, walaupun menu-menu sarapan yang ditawarkan toko makanan lain tampaknya tidak mengandung unsur yang aneh-aneh tetap saja saat kami mendekat langsung di sambut dengan kata-kata "No Halal... No Halal...", dan akhirnya kami harus puas dengan menu sarapan kami yang tidak lain dan tidak bukan adalah susu kedelai, kue bantal dan cakwe.
Indah dengan susu kedalai & the giant cakwe yang maknyus abiz
Baru pernah makan kue bantal rasa Green Tea
Setelah perut kenyang rasanya agak sayang kalau meninggalkan tempat itu tanpa mengabadikan beberapa momen dengan foto-foto cantik disetiap sudutnya, bahkan kami tidak langsung berhenti saat seorang nenek cina menegur kami dalam bahasa yang sama sekali kami tidak pahami.
Suddenly in love with this place

09 October 2012

RANSEL / KOPER ? (Part 3)

Hari ke-3 :
Tgl 27 September 2012 sesuai dengan itinerary pagi-pagi kami sudah bersiap menuju Universal Studios Singapore (USS) yang berada di kawasan Resort World Sentosa. Dengan menggunakan MRT kami turun di stasiun Harbour Front menuju Vivo City Level 3 dan membeli tiket Sentosa Express seharga S$3.5 (PP) juga tiket Song of The Sea seharga S$10 untuk pukul 08.40pm, tiket USS sendiri sudah kami pesan satu hari sebelumnya dari teman Om Fuad seharga S$60 (harga normal S$68). Tidak lupa kami mengambil peta yang disediakan agar kami dapat memutuskan jalur mana yang akan kami ambil terlebih dahulu.
Menggunakan Sentosa Express menuju Waterfront Station
Universal Studios ~ Here I Come ^^
Berfoto bersama Universal Globe yang terkenal
Langsung disambut Frankenstain
Mencoba berbagai topi aneh yang di-display di depan toko
Sejenak terngiang lagu You're The One That I Want-nya Grease
Dan setelah menimbang-nimbang kami memutuskan untuk memulai kesenangan dari sisi kiri dengan wahana yang sebagian besar diprioritaskan untuk anak-anak hingga berakhir disisi kanan dengan wahana yang berbahaya dan paling ekstrim, dan itu artinya petualangan kami dimulai dari zona Madagascar.
Disambut 4-Sekawan Madagascar

03 October 2012

RANSEL / KOPER ? (Part 2)

Melanjutkan posting saya yang sebelumnya disini saya ingin berbagi pengalaman 5 hari 4 malam selama di perjalanan dari mulai hari keberangkatan sampai kedatangan kembali di Jakarta, dan sesuai dengan slogan wisata yang dimiliki-nya tema perjalanan saya kali ini tentu saja Uniquely Singapore.
Hari ke-1 :
Life Starts Here
Tgl 25 September 2012 saya menunggu Indah (rekan saya) di depan pintu keberangkatan Terminal 3 selama hampir 30 menit karena saya sampai lebih cepat dari perkiraan, saya sendiri tidak habis pikir bagaimana bisa perjalanan Pasar Minggu - Bandara Soekarno Hatta hanya memakan waktu kurang dari 40 menit, tapi segala sesuatu memang ada hikmahnya, saya jadi memiliki banyak waktu untuk mengurus bagasi (jangan ditanya kenapa saya tiba-tiba ada bagasi).
One Step Closer
Setelah menunggu pesawat yang delayed selama 20 menit, pukul 17.45 kami berangkat menuju Singapore. Begitu sampai di Terminal 1 saya langsung mengaktifkan paket roaming dan mendapat 2 hari free BBM full service dari operator yang saya gunakan di Indonesia dan segera memberi kabar ke Om Fuad sang tuan rumah yang dengan baik hatinya mau menjemput kami.
Kinetic Rain di Terminal 1 Changi
Begitu bertemu, Om Fuad dengan sigap langsung mengarahkan kami ke Airport Sky Train menuju Terminal 2 yang langsung membawa kami menuju stasiun MRT.
Saya & Indah di dalam Sky Train
Welcome to MRT Station
Selain mengajarkan kami cara menggunakan MRT, Om Fuad juga sudah menyediakan kartu EZ-Link untuk perjalanan kami ini. Untunglah ada kartu ini karena kami belum sempat membeli Singapore Tourist Pass yang mana akan kami gunakan selama 3 hari kedepan.
Suasana di dalam MRT
Tanah Merah MRT Interchange Station
Om Fuad juga mentraktir kami makan malam sebelum melanjutkan perjalanan kerumah menggunakan bus.
Mencicipi Nasi Ayam &Nasi Goreng Khas Singapore
SBS Transit: Bus No. 243W menuju Jurong West
Home ~ Finally

02 October 2012

RANSEL / KOPER ? (Part 1)

Saya selalu iri dengan pemilik blog bertajuk jalan-jalan dan sejenisnya, bagi saya yang hampir selalu berada di rumah kecuali untuk kegiatan umum seperti sekolah, kuliah dan kerja, sebuah perjalanan memiliki kemewahan tersendiri, bukannya saya tidak pernah jalan-jalan hanya saja berpetualang seorang diri rasanya sangat tidak mungkin apalagi jika harus menginap dan menghabiskan waktu berhari-hari.
Semenjak Abi tiada bukan hanya diri sendiri yang menjadi tanggung jawab saya, Mamah dan Aziz juga sama penting, kami saling menjaga dan memunculkan peraturan-peraturan yang tidak sama kuat seperti yang dulu Abi buat hingga kami merasa bahwa kami bisa menjaga diri kami masing-masing, paling tidak itu menurut saya.
Lalu muncullah sebuah keputusan yang saya ambil  atas kepentingan diri sendiri bahwa saya ingin berpetualang. Curcol saya disini bisa dibilang menjadi penyulut namun jauh didalam lubuk hati saya tau saya sudah berbuat licik, menang atau tidak saya memang sudah ada niat untuk pergi, hanya saja dengan alasan paspor yang sudah dibuat, ditambah tabungan rencana yang telah saya persiapkan selama dua tahun masa kerja dan tentu saja Harry Potter the Exhibition yang hanya berlangsung singkat hingga 30 September 2012 di Art Science Museum - Singapore rasanya akan sia-sia melarang saya untuk pergi.
Bulan Juni di umur ke-24 menjadi sebuah awal, setelah beberapa lama mencari dan tidak berhasil menemukan teman seperjalanan maka saya putuskan untuk berangkat seorang diri, siapa sangka salah seorang rekan di kantor yang melihat saya sedang asik berburu tiket mengajukan diri untuk ikut, terus terang saya agak ragu namun melihat keseriusan-nya maka tiket-pun saya pesan. Awalnya saya ingin berangkat di hari Senin, 24 September 2012 (karena tgl sebelumnya sudah tidak ada promo) namun karena telat satu hari booking maka saya harus menerima pergi di hari Selasa, 25 September 2012 dan kembali pada hari Sabtu, 29 September 2012.
Saya menghabiskan Rp. 721.000 untuk tiket PP tanpa bagasi apalagi makan yang memang saya akui murah (walaupun belum termasuk Airport tax CGK-SIN sebesar Rp.150.000), selain itu saya juga mencari tempat menginap (murah) selama disana dan dari sekian banyak hostel yang direkomendasikan para Backpacker saya memilih The Hive dengan harga S$ 24/malam yang jika dirupiahkan menjadi Rp. 739.200 (kurs Rp. 7.700) untuk 5 hari 4 malam di Singapore. Saya tidak menyangka kalau ternyata keluarga saya memiliki kenalan yang tinggal disana sehingga dengan senang hati saya membatalkan pemesanan hostel dan mengalihkan pengeluaran hostel tersebut untuk hal lainnya.
"The law of equivalent exchange" kembali saya rasakan disini namun semua yang saya terima jauh lebih berharga dari pada yang saya berikan (atau yang saya hilangkan) dan saya tidak ingin membahas pertukaran apa yang saya alami selama perjalanan ini karena tidak boleh ada penyesalan.
Browsing... browsing... browsing... itulah cara saya menghabiskan waktu senggang di kantor, tempat-tempat menarik beserta rute transportasi semua saya kumpulkan dalam satu folder. Saya juga membeli buku Budget Traveling - Singapore Update dibawah ini sebagai buku pegangan saya selama disana dan semua itu sama sekali tidak sia-sia karena itinerary saya dan buku ini sangat bermanfaat selama perjalanan, saya selalu yakin segala sesuatu jika di rencanakan dengan baik pastilah akan memberikan hasil yang baik pula.

To Be Continued......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...