08 November 2012

Mencoba Jadi Pahlawan

Saya seorang lulusan diploma yang terjebak dalam rutinitas tak berakar selama hampir empat tahun di sebuah perusahaan perkebunan yang baru saja berbunga, membuat hampir setiap orang yang mendengarnya berdecak kagum dalam pikiran masing-masing sebelum saya melanjutkan bahwa saya hanya seorang admin, tidak kurang tidak lebih. Saya tidak pernah mengharapkan lebih karena hidup ini bagi saya selayaknya bisnis, jika ingin untung besar maka sudah pasti modal yang dikeluarkan juga harus sama besar, dan saya menyebutnya hukum pertukaran setara. 

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara yang terlahir dari keluarga “ada” membuat saya telah mendapat banyak pemahaman mengenai kehidupan perekonomian keluarga bahkan sejak masih duduk dibangku sekolah dasar, menjadikan saya tidak pernah bisa menuntut akan apa yang tidak diberikan kepada saya namun juga merasa kurang pada apa yang saya terima, terutama sekali dalam bidang pendidikan. 

Dengan harapan meringankan beban orang tua, saya selalu berusaha agar dapat mengemban pendidikan pada sekolah-sekolah negeri, selain karena biayanya yang jauh lebih murah, tes saringan masuk yang semakin sulit setiap tahunnya juga menjadi sebuah pembuktian terhadap kemampuan berfikir seorang anak. Walaupun saya bukan termasuk anak yang pintar dengan nilai cemerlang yang selalu menempati ranking sepuluh besar, paradigma yang tertanam jauh pada masa itu membuat saya bangga pada diri sendiri.

Namun, jauh di dalam diri juga terdapat rasa iri kepada mereka yang bisa menjalani pendidikan pada sekolah berkelas, bukan karena mereka selalu memakai seragam yang modis dengan ruangan-ruangan kelas yang berisi peralatan dan perlengkapan yang menunjang, melainkan karena perhatian yang diberikan oleh para pendidiknya. Bagaimana tidak, bandingkan saja kelas yang hanya terdiri dari beberapa murid dengan kelas yang rasa-rasanya jika belum penuh sesak maka pelajaran belum akan dimulai, dan guru juga manusia bukan?

02 November 2012

Wanna Be Starting Something

Dua minggu ini saya dikelilingi kesibukan beragam yang anehnya membuat saya senang karena bisa memilikinya, butuh waktu yang lama untuk saya menyadari dan menerima bahwa saya bukan tipe manusia dengan tingkat kedisiplinan non manusiawi seperti yang selalu saya inginkan, satu dua kali saya mencoba untuk menyusun ritme hidup dan tiga empat kali gagal karena saya begitu cepat berubah, minat-minat saya juga ikut berubah karenanya, hingga pada akhirnya hanya ada satu yang tidak pernah berubah yaitu cerita.
Saya suka membaca dan menulis cerita, karena rasanya setiap kali melakukannya saya menemukan kepingan diri saya didalamnya, saya bahkan rela menghabiskan satu hari penuh untuk itu. Selalu ada buku yang mengisi kesibukan saya, bahkan saat saya menulis ini pikiran saya sering kali teralih ke tetralogi Eragon karya Christopher Paolini, sudah tidak sabar rasanya ingin melanjutkan petualangan Eragon dalam buku ke-3, Brisingr, tapi masih banyak waktu untuk itu, seperti dalam perjalanan atau pun saat mengisi waktu-waktu senggang disela-sela pekerjaan, saya masih tetap bisa merasakan petualangan-nya, mungkin saat saya menyelesaikan buku ke-4 nanti saya akan mencoba untuk menceritakan bagaimana petualangan seorang Eragon sang penunggang naga yang memiliki nama seperti saya, Saphira. Namun untuk saat ini yang saya ingin ceritakan adalah cuplikan tulisan saya sendiri, salah satu kesibukan menyenangkan yang berawal dari mimpi dan inspirasi, tercipta dari pengalaman hidup dan harapan, hingga membuat saya berharap cukup disiplin agar bisa terus menulis dan menghasilkan karya darinya dan akhir kata ini lah awalnya,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...