27 December 2012

The Power of Affirmations

"Afirmasi (Inggris : Affirmation) atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan penegasan, penetapan yang positif, atau peneguhan. Afirmasi selayaknya doa, harapan atau cita-cita, hanya lebih ter-struktur dibandingkan dan lebih spesifik, menggambarkan situasi yang diinginkan, yang diulang berkali-kali, untuk mengesankan pikiran bawah sadar dan memicu ke dalam tindakan positif."

Bagaimana saya bisa lupa jika hal tersebut pernah begitu melekat atas dasar rasa percaya akan hal-hal kecil yang begitu istimewa, dan bukankah saya terlahir dengan pribadi kuat, jadi mengapa harus malu karena kelemahan yang disebabkan pergeseran Mind-set saat ego mengalami transisi ke satu bentuk yang abstrak.
Saya masih tetap saya.
Sepertinya baru kemarin saya mempublikasikan sepotong bentuk afirmasi tahunan disini, dan bukan tanpa terasa akhir kembali datang memaparkan sepuluh besar poin harapan juga mimpi yang sedikit banyak berubah bentuk namun hampir keseluruhan terpenuhi, dengan sentuhan-sentuhan manis dari Sang Pencipta sebagai pusat segala keajaiban dan juga kekuatan kata-kata yang ter-gores halus saya percaya.
Saya punya segalanya tanpa harus memiliki segalanya.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat serta syukur saya kembali meluncurkan afirmasi buatan yang semoga jauh lebih kuat dari tahun sebelumnya, sepuluh untuk tidak terlalu tamak dan sepuluh untuk tetap mencerminkan kepuasan diri, karena Allah SWT Maha Pemurah lagi Maha Penyayang yang mendengar makhluknya bahkan jika ia berbisik lirih, dimulai dengan percakapan kecil hingga dialog terbuka akan rangkuman maksud hati dan permohonan.
Saya bisa, saya mampu, karena saya hidup.
Dan saya adalah manusia yang memiliki predikat makhluk sempurna lagi egois, yang saya butuhkan adalah perhatian dan limpahan kasih sayang berlebih, dengan usaha dan rencana matang untuk menarik perhatian-Nya, biar bagaimanapun "manusia sepatutnya berencana hanya Ia yang berhak menentukannya" bukan? jadi mengapa kita tidak menekankannya pada kata berencana ketimbang menentukan.
Saya Positif.

20 December 2012

20 Desember 2012

Dan saya menyerah, saya kembalikan semua kepada yang berkuasa atas saya, saya salah karena ingin mengendalikan segala sesuatunya sempurna, padahal untuk dapat melihatnya saya harus paham akan arti kekurangan dan yang terpenting mau menerimanya, terlebih dengan yang saya miliki, rasanya cukup untuk meragukan kemampuan saya yang hanya membuat saya terjerumus dalam ketidakstabilan emosi, selama masih tetap saya zona apapun itu tidak jadi masalah.
Tidak jadi soal jika saya kehilangan diri saya yang lama karena saya akan menemukan diri saya yang baru dimanapun saya inginkan, saya akan menikmati kehidupan tanpa harus memaksakan, karena memikirkan tanpa berbuat apa-apa hanya menggerogoti apa yang telah saya bangun dengan susah payah sebelumnya, saya akan mencoba untuk tenang, tidak apa jika rencana yang tersusun rapi ter-tiup angin karena angin selalu bertiup membawa rencana-rencana lainya. 

19 December 2012

Fix Me


COLDPLAY - FIX YOU

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I
Tears stream down your face
I promise you
I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

19 Desember 2012

Klise memang, tapi apa daya kalimat "the worst enemy you can meet will always be yourself" itu selalu benar, saya memandang diri saya terlalu tinggi dan terlalu rendah hampir dalam waktu yang bersamaan, menciptakan skenario untuk sandiwara terburuk memang sepertinya sudah mendarah daging, sadar atau tidak film pendek yang menyakitkan berputar dengan sendirinya, jika sudah seperti itu saya tau kekalahan akan segera datang.
Saya tidak ditakdirkan untuk menjadi pribadi nekat, apakah benar? sampai taraf itulah kegalauan yang diciptakan monotonisme ruang hampa kepada pola pikir kehidupan saya, organ apakah yang patut disalahkan karenanya, saya hanya ingin bebas dan terbang sesuai kehendak saya, tapi itu berarti saya tidak hidup.

18 December 2012

18 Desember 2012

Pernah dengar kalimat "Life begins at the end of your comfort zone" atau "Everything you've ever wanted is one step outside your comfort zone"? ya saya pernah, sudah lama bahkan, tapi kalimat itu tidak pernah sedemikian hebat mengusik saya seperti sekarang ini, mengapa? saya juga tidak tau, yang jelas saya merasa terganggu, mungkin karena jauh didalam sana paham bahwa saya sudah terlalu lama menikmatinya, ya mungkin saja.
Belakangan segala sesuatunya tidak lagi terasa benar, serba salah, serba takut, naluri saya sekarat, diri saya terbelah menjadi beberapa keping saja, membuat saya merasa lemah dan tidak sehebat yang saya kira, saya merasa tumpul.
Saya panik, virus apa yang kiranya menyerang saya ini, masuk kedalam pori-pori kulit bahkan mengalir dalam pembuluh darah, saya dikendalikan oleh sesuatu yang tak tampak, membuat saya berteriak dengan mulut terkunci rapat, dengan mata terbelak menyaksikan dunia statis, saya butuh pertolongan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...