04 November 2013

LET’S TAKE ACTION TO STOP TOPENG MONYET!!

By Syavira A.A, October 30, 2013 - Masked Monkey Performances known locally as Topeng Monyet are a regular fixture on Jakarta’s streets. The Street performances usually involve the monkeys dressed in tiny outfits, wearing masks, such as dolls’ heads or attire to mimic humans, with the monkeys trained to act out human activities such as shopping, riding bicycles or other simulations of human behavior.

Most people don't know about the cruelty training behind all animals’ circuses, also about this monkey torture for Topeng Monyet performance. They are taught to walk upright by trainers who hang them from chains to a wall, forcing them to use their hind legs instead of walking on all fours. Most area trained and sold from East Jakarta’s South Cipinang Besar Slum, an area locally as Kampung Monyet, or monkey village.
Poverty drives panhandlers to exploit the monkeys in the hope of earning small change, but the effect and cruelty to the monkeys is a cause that charities such as Jakarta Animal Aid Network (JAAN) increasingly taking up. They invite community that cares or Animal Activists for collective action and take a stand to fight for animal rights and stop the Topeng Monyet. 

JAAN have long-campaigned for a government order banning the barbaric practice they said the government needs to enforce ban on monkeys who are forced to perform on Jakarta streets. And after intensive lobbying since 2009, they achieved a breakthrough in 2011 when former Jakarta’s governor “Fauzi Bowo” gave it the nod to help and allowed the JAAN to seize the monkeys off the streets. Thanks to them, Topeng Monyet is illegal since November 24, 2013.

Although penalties in effect for the monkey-handler but they keep trying to continue their business. The monkey-handlers said they earn more than the monthly basic salary of factory workers, who clock long hours daily. They rent a monkey for just Rp.15.000 to Rp.30.000 a day but have to pay monkey owners one million rupiah if they lose the animal. Playing cat-and-mouse with the authorities is not just wasting a lot of time for them but also eaten into their earnings but they never give up.

And because it is become an international issue, Jakarta’s governor “Joko Widodo” said that he has made an innovative solution to get rid of the capital of masked monkeys. The government will buyback all monkeys and prepared a one-hectare field at Ragunan Zoo to put an end to the cruel practice of Topeng Monyet. He also said the monkey-handlers will be taught career skills to find a new job.

The city administration ordered the city’s Public Order Agency (Satpol PP) to crackdown on the practice. Plain-clothes officers began to cut down street monkeys. They will be organizing a “Free Jakarta from Topeng Monyet” campaign in 2014. The posters of which will see the governor calling on the public not to abuse the primates, as if they do, they may be violating the Criminal Code on animal abuse and negligence. Indeed, the law states that violators face a maximum of seven years behind bars.
Now, we all know that the monkeys should live free in their wild nature, so let’s start to educate the public about Topeng Monyet. Help to hand out the Posters or Leaflets which is contain warnings that monkeys can act as hosts for human diseases and thus should not be treated as house pets. We can place it on notice boards, in shops, workplaces or just give away to people on the roadside. Let’s take action to rescue the monkeys.

As a Note: I've made this article as a midterm assignment for speaking 3. At first, I’m not so aware about the issue but after I read more about how they trained and being used by human, I think it's just not fair. Even though the monkeys can't speak out their mind, but if we take a look we'll know that they are tired and need to get back to their own habitat. So let’s us support the program, or at least pay attention about this issue by stop giving money to the monkey-handlers. 


“Being kind to animals is not enough, avoiding cruelty is not enough, housing animals in more comfortable larger cages is not enough. 
Whether we exploit animals to eat, to wear, to entertain us or to learn, the truth of animal rights requires empty cages not larger cages.” 
~ Tom Regan ~

30 October 2013

Pengendalian Diri Sang Putri (Curcol lagi)

Mungkin benar, jika kita mengatakan begini atau begitu maka hal tersebut otomatis akan menempel di pikiran dan ujung-ujungnya membuat kita bertindak begini atau begitu juga karena kita meyakininya. Buktinya, karena saya mengatakan uang bisa mengendalikan diri saya untuk berbuat baik atau buruk (bukan berarti no'money-no'dong ya) maka saya yakin dengan uanglah berat badan saya bisa menjadi ideal, ya kira-kira begitulah.
Jangan pikir saya tidak mencoba cara lain, saya sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan, antara lain; mencoba bangun pagi dan olah raga yang hanya sesekali berhasil, mencoba untuk banyak minum air putih tapi jarang refill gelas yang kosong, mencoba tidak makan mie ayam pas sarapan dan ingat saat sudah terlanjur minta OB beli, mencoba makan sayur yang pada akhirnya saya tukar dengan lauk orang semeja pas makan siang, mencoba tidak makan malam setelah pulang kuliah tapi tidak tega lihat masakan mamah di meja, dan masih banyak yang lainnya.
Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk kembali mengikuti program pelangsingan di Dr. E. Terserah apa kata orang, bukan kecantikan atau kelayakan sebagai seorang wanita kok yang saya cari, tapi sebuah pengendalian diri. Dulu (sekitar 3 tahun lalu) saya pernah mengikuti program di sini dan takjub sendiri karena dalam 2 1/2 bulan saya berhasil turun 20kg. Tapi sayang, karena pengendalian diri saya yang hilang entah kemana satu tahun lalu, berangsung-angsur berat saya kembali naik. Dan saya baru histeris setelah kenaikannya mencapai 10kg.

05 September 2013

Ilmu Hati

Dibutakan hitung-hitungan mematikan.
Tidak tau apa yang ia ingin saya usahakan.
Melawatkan untuk kebaikan.
Tersadar,"Apa yang telah saya lakukan".

Ada sebuah kejadian dalam hidup saya yang jika dibaca oleh orang lain maka akan tampak seperti fiksi roman yang berakhir mengecewakan. Mengaku malas untuk mengingatnya namun dalam hati saya tau pikiran saya berkhianat. Ingatan tetap tinggal disana, apa boleh buat saya hanya bisa menyembunyikannya dan berharap dapat mengulang satu waktu itu saja (Saat dimana saya merasa menjadi makhluk paling rapuh sedunia dan bukan apa-apa). 
Menyesal bukan karena dirinya telah hadir tapi karena rasa yang timbul disebabkan dari diri yang lemah sendiri, tak ada pegangan dan kekanakan. Jiwa seorang anak tak pernah meninggalkan tubuh saya, mendominasi pikiran dan mengambil peran dalam beberapa adegan, seringnya sebagai peran utama. Dan kini saya merengek kepada Tuhan seperti balita menginginkan mainan baru karena mainan lamanya telah hilang.
Keraguan dan ketakutan membuat saya mempelajari segala kesalahan dari sudut pandang sisi lain, dihantui oleh kekurangan diri sendiri membuat saya bergantung pada letupan kecil sebuah harapan, Tuhan ada disana. Menatap saya dengan penuh kasihnya dan membimbing saya untuk mempelajari sebuah ilmu tentang hati.
Semoga kelak Tuhan mendengar rengekan doa saya.

Lama saya mempelajari ilmu hati.
Dan saya tau ia tak pernah pasti.
Apapun teorinya saya bisa mengerti.
Kenyataannya saya tetap patah hati.


24 July 2013

24 Juli 2013

Saat segala harapan kita seketika dihancurkan oleh kenyataan apa yang akan kita lakukan? Begitu lama kita mengantisipasinya dan begitu cepat pula dia luluh lantah, sakit yang menyeruak kepermukaan mengambil peran, akal tak lagi berfungsi dengan baik hanya meninggalkan argumentasi tak berujung, sesaat dia menghilang selamanya dia tinggal, kita tersakiti berulang kali karena kesalahan kita sendiri, mengapa kita hanya diam? apa yang kita telah lakukan untuk merubah keadaan? tidak ada. Sabar itu tak ada batas waktunya, sabar itu bukan hanya menerima segalanya, sabar itu ada ilmunya, sabar itu bukan berarti kita bodoh dalam diam, sabar itu bertindak dalam kelembutan dan kebaikan, apakah kita sabar? tidak, kita hanya dibingungkan dengan definisinya dan bukan maknanya.

12 June 2013

Quarter Life

Saya merasa inilah awalnya, kini saya bukan lagi freshman yang sedang melakukan pemanasan untuk berlari di jalur kehidupan, saya telah berada di garis start dan siap berlari sekuat tenaga melalui palang rintangan hingga garis finish nanti. Saya tidak tahu jalur apakah ini, 100m, 400m, 2000m, tugas saya hanyalah berlari pada jalur yang telah ditentukan. Jika memang saya harus menyerahkan tongkat estafet kelak, saya berharap tongkat itu membawa prestasi bagi generasi penerus saya.

Saya ingin menjadi lebih jujur dan bijak tidak hanya kepada saya namun juga kepada lingkungan dan kehidupan. Percaya bahwa awal yang baik adalah untuk akhir yang baik, tidak ada yang salah. Proses baik untuk hasil baik, Hasil baik mari lihat ke prosesnya. Tak jadi satu tanpa yang lain, saling mengisi kekosongan dan beberapa misteri tak terbongkar.

Berhenti sebentar saat penat, menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan, dan tersenyum jika mampu. Semua itu awalnya dari hati, maka saya fokuskan untuk menahan diri. Seperempat abad sudah, segala kebaikan yang datang dari Allah SWT saya terima, malu rasanya untuk terus menerus menjadi freshman, so this is it...

08 June 2013

8 Juni 2013

Tuhan itu ada; Dimana?; Dimana-mana; Tapi tuhan itu satu; Dimana?; Dihati kita; Apa kamu tahu?; Tahu, namun terkadang saya menganggapnya tamu dirumahnya sendiri.
Kita ini makhluk; Lantas?; Sepantasnya kita mentaati sang pencipta; Kamu mentaatinya?; Mungkin; Dan kamu tahu?; Saat saya tahu saya malu dan takut.
Pada dasarnya sendiri; Memang; Kelahiran dan Kematian; Kehidupan juga; Ya, terlihat berdua  namun sendiri; Jika memang bertambah maka itu bonus.
(Tahu dan Lupa, @home 080613)

Sebentar lagi saya akan menyambut kedatangan kehidupan seperempat abad.
Penasaran... bagaimana ya rasanya. 
Merasa tua? Jelas, namun justru pada apa yang berada jauh didalam jasmaniah. 
Pembagian beban, ilmu tambal sulam sana-sini, membuat saya berfikir apa masih ada tempat yang tersisi. 
Bagaimana dengan urusan hati, saya telah lama memberikan kebebasannya, menemukan cinta egois yang membuatnya merasa nyaman, tapi...
Seperti burung dalam sangkar dengan pintu terbuka dan memilih tetap didalamnya, mungkin ia butuh uluran tangan seseorang untuk memperlihatkan dunia luar.
Sementara untuk materi saya percayakan saja pada yang maha kuasa, bukan dalam artian menyerah melainkan pasrah yang bertujuan.
Dan sekarang sudah larut malam, sebaiknya saya tidur.

08 May 2013

Siapa Kamu?!


Hey kamu....
Ya kamu,
Saya sudah berusaha loh disini,
Lalu kamu,
Kurang menuntut saya?
Mau apa?
Bisa apa kamu dengan cara kamu?
Kamu berkuasa atas saya?
Yang benar saja...
Kamu tidak ada apa-apanya!
Menuntut yang bukan hak kamu,
Mana tanggung jawab kamu?
Saya tahu,
Iya, saya paham.
Saya akan pergi,
Dan kamu akan menyesal.
Tunggu saja!

22 April 2013

Memanusiawikan Manusia

Bagi saya, menghadiri kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) sudah seperti berada di Studio Metro TV untuk acara Talkshow Mario Teguh - The Golden Ways, penuh dengan motivasi. Saya sempat meyakini Pak. Eddy (sang dosen) adalah seorang Motivator di luar kampus, beliau membuat saya selalu bersemangat, padahal mata kuliah ini berada pada sesi dua (pkl. 20.00 s/d 21.30) sesi yang menurut saya membutuhkan lebih banyak asupan gula untuk sekedar masuk ketelinga lebih-lebih kedalam pikiran. Dan, 
Mari Kita...
Memanusiawikan manusia melalui pemahaman konsep keadilan, penderitaan, cinta kasih, tanggung jawab, pengabdian, pandangan hidup, keindahan & kegelisahan.
menjadi kata-kata pembuka materi Manusia dan Cinta Kasih mata kuliah ISBD dua pekan lalu.
Pembahasan cinta dan kasih selalu menarik perhatian terutama untuk kaum wanita, baik yang single, double atau quadruple sekalipun. Banyak pesan yang disampaikan berulang mengenai perbedaan cinta dan nafsu, membuat suasana kelas semakin riuh saja. Menurut Pak Eddy cinta adalah perasaan yang lebih menunjukkan perilaku memberi, bersifat manusiawi dan rohaniah, sementara untuk nafsu cenderung menuntut dan bersifat jasmaniah.

08 April 2013

I Miss Blogging

Saya kangen nulis blog. Beberapa waktu ini rasanya ada bahan = tidak ada waktu,  ada waktu = lupa bahan, jadilah saya bingung setiap kali mencoba new post "sebenarnya saya mau tulis apa ya?", lalu saya mendapat sebuah gagasan "kesibukan" sebagai dasarnya, bukan maksud sok sibuk hanya saja rutinitas baru saya beberapa minggu ini rasa-rasanya pantas mendapat predikat ter-sibuk sepanjang masa. Dan satu rutinitas untuk membuat saya se-sibuk ini bernama Kuliah (bahkan pembukaan tender pabrik-pun kalah).
Setelah resmi menjadi Alumni D3 Administrasi Niaga PNJ pada tahun 2008 akhir (Hidup Mahasiswa!), keinginan saya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang S1 semakin hari semakin bertambah besar, mimpi saya saling tumpang tindih namun sekaligus menunjang satu sama lain, tidak ada paksaan dari sekitar termasuk dari tempat saya mencari nafkah sekarang, semua murni karena saya, dan saya menolak keras ekstensi pendidikan ke FISIP atau-pun FE seperti yang lain-lain. 

26 February 2013

It's Not Too Late Until It's Too Late



Ohh
Here I am
Feels like the walls are closing in
Once again it's time to face it and be strong
I wanna do the right thing now
I know it's up to me some how
I've lost my way

If I could take it all back I would now
I never meant to let you all down
And now I've got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there's a way so I promise
I'm gonna clean up this mess I made
Maybe It's not too late
Maybe it's not too late oh

So I'll take a stand
Even though it's complicated
If I can I wanna change the way I've made it
I gotta do the right thing now
I know it's up to me some how
I'll find my way

If I could take it all back I would now
I never meant to let you all down
And now I've got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there's a way so I promise
I'm gonna clean up the mess I made
Maybe It's not too late

I'm gonna find the strength
To be the one who that holds it all together
Show you that I'm sorry
But I know that we can make it better

If I could take it all back I would now
I never meant to let you all down
And now I've got to try to turn it all around
And figure out how to fix this
I know there's a way so I promise
I'm gonna clean up the mess I made
Maybe It's not too late
Maybe it's not too late oh yeah

22 February 2013

Have You Ever?

Have you ever feel greedy so suddenly?
what you always want,
you want it sometimes,
even what you think you want
running in your head like a sprinter,
I have now,
why?
maybe because I'm losing interest in one thing
thing which was always become my priority,
or maybe because all this time I was so blind
blind not to see other magical possibility,
is it too late in my age now to pursuing it?
or let's get it started in here
cause I gotta feeling that tonight's gonna be a good night
just like Black Eyed Peas,
who knows.

21 February 2013

P.S

Get my self busy with many things i love
Even if another rain drop flash in a way
I want to be something that so important
Just to make your eyes blown away

Look, how many days that i spend nothing
Makes me sad and bad than laugh with tears
Because i think of a hero once's mine
Now she's gone

When i felt something for a huge thing
Make my self out and feeling losing control
I past so many years ago
Yes i did it in times

The mellow in me or you told me so
Run away to the wrong side
Turn back to the place where i belong
Found me so unimportant

Think about it, and than...

P.S
Hello there my self, I love me after all

(Tiba-tiba terlintas dikepala, buat yang ngerti bahasa inggris tolong di sambung-sambungin aja artinya, kalo ada gramer yang salah juga harap maklum, buat yang gak ngerti, gak perlu repot-repot coba ngerti karena saya sendiri bingung sama tulisan saya ini, ini hanya tulisan yang numpang lewat di kepala saya dan sekarang numpang lewat di blog saya, bukan maksud sok pintar bahasa inggris apalagi menjatuhkan diri karena gak pintar bahasa inggris, I still the one whose wrote in unusual way, see...)

16 February 2013

16 Februari 2013

"Bagi beberapa orang hanya ada satu mimpi untuk waktu lama
Untuk sebagian orang ada mimpi untuk satu masa lalu mimpi lain untuk sesaat
Kita menyebutnya mimpi yang terus berubah

Saya pribadi punya lebih dari satu mimpi
Ada yang telah mati terkubur
Terlupakan tertutup debu yang menggunung
Juga yang egois ingin terus mendapat perhatian

Bertanya-tanya bagaimana rasanya si pemimpi yang hanya memiliki sebuah mimpi
Membosankan? Sudah selesai, lantas apa? Atau hilang lalu menyerah?

Saya? Jangan ditanya berapa yang sudah saya capai
Tidak akan diingat

Manusia namanya, indah untuk dilupakan pahit untuk dikenang."

12 February 2013

Tak Sepadan

Semua tentu tau Chairil Anwar, paling tidak pernah mendengar namanya kan? saya pribadi berterima kasih kepada AADC karena telah mengenalkan saya pada AKU bertahun-tahun lalu - walaupun hanya sebatas AKU, dan siang ini saya bertemu lagi dengannya, dengan judul baru yang hanya sebatas mengisi kekosongan waktu,

Judulnya "Tak Sepadan"

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasvéros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding batu
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.

Saya membacanya satu kali tanpa makna, lalu berfikir mengapa saya membuka tepat di halaman ini, lalu membacanya kembali, saya bahkan tak mengenal siapa Ahasvéros dan tak jadi soal jika saya dikutuk-disumpahi Eros, Eros bukan ibu saya, tapi untuk beberapa detik setelahnya saya lupa kalau saya lapar, mungkin rasa lapar yang membuat saya sensitif dan saya ingin beranjak ke judul lainnya, namun Tak Sepadan sungguh mengganggu saya, iseng saya untuk membaginya dengan seorang teman yang saya tau pasti akan merasa terganggu juga karenanya, saya yakin ini akan menjadi pembahasan yang menarik untuk kami berdua, dan ternyata benar, selalu ada sesuatu yang bisa kami bahas.
Siapa Ahasvéros?
Apa motivasinya?
Bagaimana perasaan pasangannya saat mengetahui tulisan ini?
Bahkan saya menggambarkan pasangannya adalah seorang wanita jahat yang tidak begitu mengenal arti cinta karena saat ia diberikan pilihan untuk melepaskan sesuatu untuk segala hal yang jauh lebih baik ia akan melepaskannya dengan mudah, dan bagi saya itu lebih buruk dari cinta sepihak karena waktu telah menjadikan rasa itu begitu kuat.
Menyesal saya, karena hal ini telah membuat saya mengira-ngira hal serupa tentang seseorang yang telah memadamkan lilin kecil yang sudah tersulut di dalam diri saya, dan sekarang saya merasakan panas tersundut apinya, saya simpulkan, dialah yang tak sepadan untuk saya.

06 February 2013

Am I Afraid?

This article taken from Manuscript Found in Accra by one of  My fav. Author, Paulo Coelho on his blog (because I haven't read the book yet and don't know when it will be released in Jakarta city bookstores),  so enjoy this article first and think about it for awhile...

Hardcover: 208 pages
Publisher: Knopf (April 2, 2013)
Language: English
ISBN-10: 0385349831
ISBN-13: 978-0385349833

We are afraid to change because we think that, after much effort and sacrifice, we know our present world.

And even though that world might not be the best of all worlds and even though we may not be entirely satisfied with it, at least it won’t give us any nasty surprises.
We won’t go wrong.
When necessary, we will make a few minor adjustments so that everything continues the same.

We see that the mountains always stay in the same place. We see that fully-grown trees, when transplanted, usually die.
And we say: ‘We want to be like the mountains and the trees. Solid and respectable.’

Even though, during the night, we wake up thinking:
‘I wish I was like the birds, who can visit Damascus and Baghdad and come back whenever they want to.’

Or: ‘I wish I was like the wind, for no one knows where it comes from nor where it goes, and it can change direction without ever having to explain why.’

The next day, however, we remember that the birds are always fleeing from hunters and other larger birds, and that the wind sometimes gets caught up in a whirlwind and destroys everything around it.

It’s nice to dream that we will have plenty of time in the future to do our travelling and that, one day, we will. It cheers us up because we know that we are capable of doing more than we do.
Dreaming carries no risks. The dangerous thing is trying to transform your dreams into reality.

Wrong!


05 February 2013

Sentuhan Sang Ilahi

Rasanya benar-benar merugi jika memandang hari-hari yang berlalu sebagai suatu hal yang sama, bahkan di tengah kontinuitas monotonisme berkelanjutan serupa-pun hampir tidak pernah, sayangnya saya sering sekali lupa, untung-lah Allah SWT yang maha pemurah lagi maha penyayang selalu mengawasi hambanya selama 24 Jam sehari, karena sadar atau tidak sentuhan-sentuhan yang mengingatkan saya selalu ada, seperti hari ini contohnya, mungkin memang telat satu bulan empat hari namun tiba-tiba saja salah seorang rekan saya di kegiatan keagamaan perusahaan memberikan sebuah kalender meja, semua anggota Bina Rohani Islam 49 mendapatkan kalender yang serupa ucapnya, dan inilah dia foto kalender islami tahun 2013 tersebut.
Selain terdapat Hadist juga terdapat renungan ayat Al-Qur'an yang membuat saya mau tidak mau mencari arti surat yang dimaksud, mungkin ini sebuah sentuhan kecil dari sang Ilahi, saya hanya ingin berprasangka baik atas peringatannya untuk "bacalah walaupun satu ayat".
Jika boleh jujur Hadist hari ini sempat memukul saya, bukannya saya tidak pernah berfikir untuk meninggalkan dunia ini, saya cukup sering memikirkan-nya, walaupun tidak pernah mencobanya apalagi  memintanya, tapi saat ketidakstabilan menghinggapi saya rasa keberadaan saya hanya menyusahkan dan menyakiti banyak pihak, seperti itu, jika saya tidak segera menemukan cara untuk kembali ke jalan yang benar saya akan berfikir keberadaan saya di dunia ini sama sekali tidak berarti, sampai tahap itu-lah hawa nafsu merenggut akal sehat saya, dan saya sangat bersyukur Islam selalu membawa saya kembali ke jalan yang benar walaupun harus memutar, karena saya selalu tau walaupun tidak selalu ingat, tepat di ujung jalan sana surga yang kekal telah menunggu, maka dari itu saya tidak ingin jalan lain selain jalan yang telah ditunjukkan Allah SWT lewat kekasihnya Baginda Rasullah SAW.

Putri Pelangi dan Angin


Putri Pelangi telah lama mengantisipasi-nya, badai kekecewaan yang kelak menghantam perasaannya akan se-dahsyat Tsunami yang menyapu tepi pantai, bahkan tanpa perlu mengundang angin, karena mereka telah menghadiahkan sebuah selimut terukir namanya.
Mengapa angin tak pernah bosan merangkai benang merah sang Putri, tahukah satu hati telah tercabik karenanya, Putri Pelangi menangis memohon untuk menjadi buih dengan cepat ketimbang menginjak sepatu kaca yang telah retak.
Luka ter-sayat sedalam rasa terabaikan tak diinginkan, mereka tak pernah tau rasa sakit sebuah tatapan yang bertaburan seperti garam, membuat Putri Pelangi ter-lena akan hembusan yang meruntuhkan pertahanan terakhirnya.
Pencegahan yang sia-sia, hati yang telah lama dikuasai kebahagiaan instan telah lama timbul-tenggelam dalam sebuah panggung sandiwara berkelas dongeng, tak ada cara yang lebih baik untuk menghentikan pementasan tanpa menghilang selamanya.

25 January 2013

25 Januari 2013

Saat hidup menjadi terlalu serius untuk dijalani koleksi topeng wajah bertambah dengan sendirinya, terlalu banyak peran untuk di-lakon-kan, mewakili umur juga pengalaman, hingga terasa kebas dan rasanya lebih baik telanjang saja ketimbang menjadi sama, lantas apa arti sebenarnya dari hidup itu sendiri jika segala deskripsi saling tumpang tindih tak beraturan, apakah cukup dengan bernafas pada tempatnya secara konsisten hingga lupa pada irama, tak ada dua tanpa satu maka bagaimana bisa menjadi tiga jika lagi-lagi harus kembali ke angka nol, bertanya sampai kapan sampai muak hanya percaya abadi itu bukan selamanya,    seperti keabadian cahaya matahari yang menyilaukan di tengah hujan yang turun dengan konsisten-nya, mungkin juga sebuah peringatan ditengah hukum alam, kuat tak selamanya menang jika berarti melupakan yang lemah, melupakan - dilupakan sama buruknya dan tidak pernah pada hal yang luar biasa, pertanyaannya apa memang hal-hal terkecil itu adalah biasa.

05 January 2013

Here We Are

Adalah salah satu nama anak yang paling ku sayang, yang belum tahu mungkin agak sedikit bingung dan heran, tapi ini lah aku yang mengatas namakan komik sebagai anak sendiri karena begitu menyayangi mereka, dari satu sampai banyak, sejak duduk di bangku SD hingga duduk dibangku perusahaan swasta seperti saat ini, dan mungkin sampai nanti saat ku putuskan untuk berkeluarga selayaknya manusia pada umumnya, keinginan untuk berhenti mencintai mereka sama sekali belum dan hampir tidak ada, bahkan aku tergila-gila pada beberapa diantara mereka.
Sebagai mama aku tidak egois mengunci mereka di kamar hingga mereka sulit untuk bernafas dan berdebu hingga lupa kegunaan dan arti hidupnya sendiri, maka dari itu ku biarkan mereka mengenal sebagian manusia lain untuk berinteraksi dan bermain bersama dengan cara yang memang bisa dibilang agak ekstream yaitu menyewakan mereka (menguntungkan semua pihak bukan) dan itu sudah ku terapkan semenjak duduk dibangku SMP secara berkelanjutan.
Dan karena salah satu teman di perusahaan berkenalan dengan Here We Are belum lama ini sehingga membuat ku bertemu kembali dengannya secara utuh, maka timbullah keinginan untuk membanggakannya disini.


Here we are atau yang dalam bahasa Jepang memiliki sebutan Bokura ga ita telah terbit di Indonesia sejak tahun 2006, tepatnya saat aku duduk dibangku SMA. Obata sensei mengenalkan kami dengan sapaan :

"Namanya Motoharu Yano
Aku tak pernah melihat orang yang susah-payah berusaha tertawa begitu
Rupanya, terjadi sesuatu padanya di musim panas dua tahun lalu"

Dan selanjutnya setelah aku merasa cukup mengenalnya ia menghilang untuk waktu yang bisa dibilang lama sampai pada tahun 2010 kembali dengan seri ke-13 dan ahirnya tamat di seri ke-16 pada akhir 2012 dengan kalimat perpisahan yang membuat nafasku sedikit tercekat:

"Seseorang pernah bilang bahwa ingatan adalah sesuatu yang dibuat dari serpihan-serpihan kenangan
Mengingat sama saja dengan melihat mimpi
Hidup itu apa?
Seandainya berhenti di sana, seandainya berbelok, seandainya tidak tergelincir, seandainya tidak keluar jalur, seandainya tidak berhenti, seandainya waktu itu, seandainya... seandainya...
Setelah memilih banyak sekali pilihan di jalan tempatku berada saat ini sebagian dari diriku berpikir itu jalan benar, sebagian juga berpikir bahwa itu salah
Tapi, selama aku selalu menjadi diriku, begitu juga aku, dia, siapa pun, dan semuanya tidak jadi masalah
Karena menangis dan juga tertawa semuanya ada di dalam ingatan yang lembut
Lalu, hari ini pun aku ingin berdoa
Semoga bagimu ingatan itu akan selalu ada"

Kisah dua anak manusia, Nanami Takahashi dan Motoharu Yano selayaknya komik shoujo memiliki sentuhan romance yang sangat menyenangkan, dengan konflik yang lebih mendalam hingga terasa pahit dan manis saat membacanya membuat kisah ini diatas rata-rata. Nanami yang mengajarkan arti dari kata percaya dan sabar menunggu untuk seorang Yano yang selalu merasa patut memikul tanggung jawab namun tidak pernah ingin menyerah pada hidup, membuat perjalanan panjang keduanya tidak sia-sia, berpisah untuk dipertemukan kembali bukankah itu hal paling luar biasa dalam kehidupan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...