25 January 2013

25 Januari 2013

Saat hidup menjadi terlalu serius untuk dijalani koleksi topeng wajah bertambah dengan sendirinya, terlalu banyak peran untuk di-lakon-kan, mewakili umur juga pengalaman, hingga terasa kebas dan rasanya lebih baik telanjang saja ketimbang menjadi sama, lantas apa arti sebenarnya dari hidup itu sendiri jika segala deskripsi saling tumpang tindih tak beraturan, apakah cukup dengan bernafas pada tempatnya secara konsisten hingga lupa pada irama, tak ada dua tanpa satu maka bagaimana bisa menjadi tiga jika lagi-lagi harus kembali ke angka nol, bertanya sampai kapan sampai muak hanya percaya abadi itu bukan selamanya,    seperti keabadian cahaya matahari yang menyilaukan di tengah hujan yang turun dengan konsisten-nya, mungkin juga sebuah peringatan ditengah hukum alam, kuat tak selamanya menang jika berarti melupakan yang lemah, melupakan - dilupakan sama buruknya dan tidak pernah pada hal yang luar biasa, pertanyaannya apa memang hal-hal terkecil itu adalah biasa.

05 January 2013

Here We Are

Adalah salah satu nama anak yang paling ku sayang, yang belum tahu mungkin agak sedikit bingung dan heran, tapi ini lah aku yang mengatas namakan komik sebagai anak sendiri karena begitu menyayangi mereka, dari satu sampai banyak, sejak duduk di bangku SD hingga duduk dibangku perusahaan swasta seperti saat ini, dan mungkin sampai nanti saat ku putuskan untuk berkeluarga selayaknya manusia pada umumnya, keinginan untuk berhenti mencintai mereka sama sekali belum dan hampir tidak ada, bahkan aku tergila-gila pada beberapa diantara mereka.
Sebagai mama aku tidak egois mengunci mereka di kamar hingga mereka sulit untuk bernafas dan berdebu hingga lupa kegunaan dan arti hidupnya sendiri, maka dari itu ku biarkan mereka mengenal sebagian manusia lain untuk berinteraksi dan bermain bersama dengan cara yang memang bisa dibilang agak ekstream yaitu menyewakan mereka (menguntungkan semua pihak bukan) dan itu sudah ku terapkan semenjak duduk dibangku SMP secara berkelanjutan.
Dan karena salah satu teman di perusahaan berkenalan dengan Here We Are belum lama ini sehingga membuat ku bertemu kembali dengannya secara utuh, maka timbullah keinginan untuk membanggakannya disini.


Here we are atau yang dalam bahasa Jepang memiliki sebutan Bokura ga ita telah terbit di Indonesia sejak tahun 2006, tepatnya saat aku duduk dibangku SMA. Obata sensei mengenalkan kami dengan sapaan :

"Namanya Motoharu Yano
Aku tak pernah melihat orang yang susah-payah berusaha tertawa begitu
Rupanya, terjadi sesuatu padanya di musim panas dua tahun lalu"

Dan selanjutnya setelah aku merasa cukup mengenalnya ia menghilang untuk waktu yang bisa dibilang lama sampai pada tahun 2010 kembali dengan seri ke-13 dan ahirnya tamat di seri ke-16 pada akhir 2012 dengan kalimat perpisahan yang membuat nafasku sedikit tercekat:

"Seseorang pernah bilang bahwa ingatan adalah sesuatu yang dibuat dari serpihan-serpihan kenangan
Mengingat sama saja dengan melihat mimpi
Hidup itu apa?
Seandainya berhenti di sana, seandainya berbelok, seandainya tidak tergelincir, seandainya tidak keluar jalur, seandainya tidak berhenti, seandainya waktu itu, seandainya... seandainya...
Setelah memilih banyak sekali pilihan di jalan tempatku berada saat ini sebagian dari diriku berpikir itu jalan benar, sebagian juga berpikir bahwa itu salah
Tapi, selama aku selalu menjadi diriku, begitu juga aku, dia, siapa pun, dan semuanya tidak jadi masalah
Karena menangis dan juga tertawa semuanya ada di dalam ingatan yang lembut
Lalu, hari ini pun aku ingin berdoa
Semoga bagimu ingatan itu akan selalu ada"

Kisah dua anak manusia, Nanami Takahashi dan Motoharu Yano selayaknya komik shoujo memiliki sentuhan romance yang sangat menyenangkan, dengan konflik yang lebih mendalam hingga terasa pahit dan manis saat membacanya membuat kisah ini diatas rata-rata. Nanami yang mengajarkan arti dari kata percaya dan sabar menunggu untuk seorang Yano yang selalu merasa patut memikul tanggung jawab namun tidak pernah ingin menyerah pada hidup, membuat perjalanan panjang keduanya tidak sia-sia, berpisah untuk dipertemukan kembali bukankah itu hal paling luar biasa dalam kehidupan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...