24 July 2013

24 Juli 2013

Saat segala harapan kita seketika dihancurkan oleh kenyataan apa yang akan kita lakukan? Begitu lama kita mengantisipasinya dan begitu cepat pula dia luluh lantah, sakit yang menyeruak kepermukaan mengambil peran, akal tak lagi berfungsi dengan baik hanya meninggalkan argumentasi tak berujung, sesaat dia menghilang selamanya dia tinggal, kita tersakiti berulang kali karena kesalahan kita sendiri, mengapa kita hanya diam? apa yang kita telah lakukan untuk merubah keadaan? tidak ada. Sabar itu tak ada batas waktunya, sabar itu bukan hanya menerima segalanya, sabar itu ada ilmunya, sabar itu bukan berarti kita bodoh dalam diam, sabar itu bertindak dalam kelembutan dan kebaikan, apakah kita sabar? tidak, kita hanya dibingungkan dengan definisinya dan bukan maknanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...