24 January 2017

Main di Kidzooona

Dalam rangka jalan-jalan bareng hababah (panggilan nenek buyut-nya ucen) hari sabtu kemarin kami (saya dan para nenek kesayangan ucen) memutuskan untuk pergi ke AEON. Selama disana ucen menghabiskan waktunya bermain di Kidzooona-Aeon Fantasy. Bisa dibilang ini pengalaman pertamanya bermain di arena permainan yang luas dimana dia bisa dengan bebas bergerak kesana kemari tanpa membuat mamahnya was was.
Terus terang saya sempat khawatir pergi ke tempat ramai tanpa didampingi abahnya, karena diusianya sekarang ini ucen hampir tidak pernah mau duduk diam distroller, dia selalu ingin bebas bereksplorasi bahkan digendong pun dia sering minta turun.

Membiarkan dia berlari-larian di mall tanpa arah itu tidak baik buat jantung saya, banyak benda-benda berbahaya dan bahkan di jaman ini predator anak bisa saja berkeliaran dengan bebasnya (feel free to say i am a parno mom).
Untung-lah ada tempat-tempat seperti Kidzooona di dalam mall sebesar AEON sehingga saya terselamatkan dari perasaan khawatir berlebihan.
Kalau ditempat ini jangankan satu jam, satu hari juga saya mau menemani ucen (selama dia betah).
Saya senang melihat ucen mencoba hal-hal baru dalam bermain. Saya rasa penting diumurnya sekarang ini untuk banyak bergerak dan berinteraksi dengan sekitar karena selama ini waktunya lebih banyak dihabiskan berdua dengan neneknya di rumah.
Walaupun saya masih bekerja diluar rumah tapi saya tetap ibu dan ibu adalah sekolah pertama anak-anaknya, sudah menjadi tanggung jawab saya mengenalkan dia dan mengajarinya tentang segala hal yang perlu dia tau.

Sebagai seorang anak berusia 18 bulan ucen sudah bisa memanggil para anggota keluarga yang sering ditemuinya dengan baik, dia bahkan tau kepemilikan benda-benda di sekitar rumah itu milik siapa, walaupun dia belum bisa menyebut namanya sendiri tapi dia sudah bisa diperintah-perintah (yang paling sering kasih perintah sudah pasti neneknya).
Anggukan dan gelengan sih gak usah ditanya, kalau ada yang dia gak suka akan keluar kata Noooooooo yang panjang dari mulutnya.

Akhir cerita saya paham betul, tidak ada hal instan yang enak di dunia ini kecuali mie instan, begitu juga dalam mendidik anak dibutuhkan kebaikan, kesabaran dan ketelatenan dan saya ingin menikmati setiap momennya karena masa ini tidak akan terulang lagi (kecuali kalau ucen punya adik) 😜

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...